Kita sering banget kan dapat motivasi untuk gemar membaca? Bahkan gerakan untuk meningkatkan gemar membaca sudah muncul di mana-mana. Tanpa perlu diajari lagi pun, kita sudah merasa sebagai orang yang gemar membaca atau kutu buku banget. Tapi jujur aja, hobi membaca kita terbatas pada baca komik, novel, majalah, koran, atau artikel hiburan di internet.

Sementara jika dihadapkan pada buku pelajaran, setumpuk materi kuliah, berjilid-jilid artikel ilmiah, dan jurnal, pasti sensasinya beda. Kesannya, bacaan-bacaan kuliah itu adalah yang tebal, rumit, bahkan memuakkan. Lihatnya aja udah males, apalagi baca. Membaca pun kita belum tentu paham. Makin mules deh. Hehe.

Ternyata membaca juga perlu cerdas lho. Dalam buku ‘Belajar Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras’, Ron Fry memaparkan berbagai teknik penting dalam membaca buku. Dan tentu saja, poin terpenting untuk membaca buku ‘berat’ ini adalah: “Kamu nggak harus baca semuanya”

Ya benar. “Nggak harus baca semuanya”. Apalagi buat super males dan mager seperti aku ini. Kok bisa sih? Baiklah. Aku akan share beberapa teknik yang sudah kusederhanakan.

Pertama, tentukan dulu apa tujuanmu membaca. Kalau kamu tahu betul apa tujuan kamu, kamu bisa fokus dengan apa yang kamu cari. Jadi nggak perlu buang waktu dan berlelah-lelah membaca sesuatu yang membosankan.

Advertisement

Ada tiga jenis membaca berdasarkan tujuannya:

1. Membaca kritis, yaitu untuk menemukan gagasan atau analisis lebih lanjut

2. Mencari informasi, ini bertujuan untuk informasi secara spesifik atau yang menjadi perhatian

3. Hiburan, jelaslah kalau ini membaca untuk sekedar hobi atau mengapresiasi penulis

Anggaplah jenis membaca yang akan kita lakukan adalah nomor 1 dan 2, jadi kita bisa lanjut ke step selanjutnya.

Berikutnya, lakukan pre-reading. Pre-reading adalah persiapan sebelum membaca secara menyeluruh. Pre-reading ini sama dengan membaca sekilas untuk memahami sebenarnya bab ini secara garis besar tentang apa sih?

Ada dua cara dalam melakukan pre-reading, yakni skimming dan scanning. Skimming adalah membaca sekilas, atau membaca sekedarnya agar langsung memperoleh garis besar bacaan tersebut. Setelah melakukan skimming, kamu akan tahu subbab mana yang paling penting untuk dibaca lebih lanjut. Nah, setelah itu baru kamu akan masuk pada tahap scanning.

Scanning adalah membaca cepat namun tetap hati-hati dan fokus pada hal-hal spesifik saja. Dengan kata lain, scanning adalah membaca secara detail tapi fokus pada informasi yang dicari saja.

Next, manfaatkan petunjuk buku saat melakukan skimming. Petunjuk buku adalah informasi yang dapat membantu pembaca dalam menelusuri isi buku, misalnya pendahuluan, kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, dan catatan kaki.

Dalam proses skimming tadi, petunjuk buku yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Judul dan subjudul yang bercetak tebal

Ini berguna agar kita tahu apa yang dibahas oleh oleh paragraf tersebut. Mungkin kita tidak butuh membaca satu bab secara keseluruhan, jadi kita sudah menandai subjudul/ bagian yang penting dan tahu mana bagian yang perlu dibaca lebih lanjut

2. Kesimpulan

Biasanya dalam akhir bab, penulis membuat rangkuman atau kesimpulan. Kamu perlu membaca ini agar memahami garis besar bacaan secara cepat

3. Perhatikan kata-kata kunci.

Menurut Ron, terdapat kata-kata yang perlu dihindari seperti: ‘sebagai tambahan’, ‘terlebih lagi’, ‘lebih lanjut’, ‘bahkan’. Biasanya ini bersifat mempertegas informasi atau pelengkap. Jadi kalau kamu sudah paham apa yang disampaikan, kamu bisa skip poin pelengkapnya.

Sebaliknya, kita perlu waspada, misalnya pada kata ‘namun’, ‘tetapi’, karena ini menunjukkan bahwa penulis akan menjelaskan informasi tambahan yang berbeda dengan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Terakhir, cari buku lain jika diperlukan. Menurut Ron, sulitnya kita memahami isi buku bukan berarti karena kita bodoh atau tidak mampu, tapi bisa saja karena penulis kurang dapat menjelaskan materi dengan baik. Karena itu, nggak ada salahnya kalau kita mencari buku lain yang sejenis di perpustakaan. Mungkin saja cara menjelaskan penulis lain justru lebih cocok bagi kita memahami materi.

Selamat membaca. ^^

Referensi: Ron Fry. 2008. Belajar Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras. Jakarta: PT BHUANA ILMU POPULER