Semua insan pasti pernah merasakan cinta, “hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga” lirik dari sebuah lagu yang berjudul Kata Pujangga dari Rhoma Irama.

Cinta itu tidak mempunyai bentuk, entah itu berbentuk kotak, segitiga, ataupun sebagainya yang jelas diri sendiri lah yang dapat menikmati arti sebuah cinta. Seperti apakah cinta? Cinta tercipta bukan hanya terhadap lawan jenis melainkan dapat terjadi kepada orangtua, saudara teman, sahabat dan lain-lain. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, memang spesial sekali yang namanya cinta. Kadang cinta itu datang secara tiba-tiba tak ada yang bisa menebaknya, kita pun tak dapat menolaknya.

Cinta tak pernah memandang perbedaan, karena perbedaanlah yang menyatukan sebuah cinta. Seseorang yang telah mengenal cinta seolah-olah hidup ini hanya milik sepasang kekasih. Hal seperti ini sudah tak asing lagi bagi kita khususnya para remaja, dalam kehidupan kita telah mengalami berbagai kasus serta pahit manisnya cinta.

Selain itu, cinta hadir ketika seseorang melakukan komunikasi secara intens. Awalnya melakukan pendekatan, kemudian pacaran, hingga ke jenjang pernikahan semua itu didasari oleh cinta. Bahkan kasus yang paling sering terjadi oleh sepasang kekasih yakni ketika menikah tidak mendapatkan restu dari salah satu orangtua pasangan tersebut. Apa yang harus dilakukan? Apa harus melanjutkan pernikahan tersebut hanya bermodal cinta tanpa restu orangtua, atau mungkin sebaliknya menggagalkan pernikahan tersebut.

Restu orangtua sangatlah penting, jika kita melakukan sesuatu tanpa restu kedua orangtua maka usaha kita akan sia-sia dan tidak akan pernah berhasil. Suatu pernikahan hanya bermodalkan cinta tetapi tanpa restu maka usia pernikahan tersebut pun tak akan lama.

Advertisement

Kita sebagai manusia hanya bisa berecana, berdo’a dan berusaha, selebihnya kita serahkan kepada Tuhan karena rencanaNYA itu lebih indah. Walaupun kita sudah berusaha tetapi Tuhan tidak menghendaki, apa daya kita hanya bisa pasrah apalagi mengenai jodoh, rezeki dan kematian itu semua telah diatur OlehNya.

Cinta memang bisa mengubah segalanya, cinta pun tak pernah memandang fisik karena cinta datangnya dari kenyamanan hati. Kadang demi kebahagiaan orang tua kita dijodokan dengan seseorang yang orang tua kita senangi, tetapi yang akan menjalani perjodohan tersebut adalah anaknya. Apakah ketika kita menolak perjodohan disebut anak durhaka? Lalu bagaimana jika kita menerima tetapi hidupnya tidak bahagia? Apa yang harus dipilih? Tentu kita pun menanyakannya.

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, orang tua mana yang akan menjerumuskan anaknya sendiri? Pasti jarang bahkan tidak ada. Maka dari itu keputusan ada pada diri kita dan tentunya ini semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan.