Cinta adalah anugrah dari Tuhan. Cinta adalah sesuatu yang suci. Tidak pernah ada yang salah dengan cinta, pun ia tidak pernah salah memilih. Cinta berarti banyak hal. Cinta atas kamu dan orang tuamu, kamu dan anakmu, atau kamu dan sekitarmu. Cinta itu adalah saat kamu nyaman berada di dekatnya. Ia mampu membuatmu bercerita banyak hal tentang hidupmu, bahkan sesuatu yang menurutmu sangat memalukan untuk membuka kembali kisah itu. Pun cinta melebihi rasa sayang. Kau tahu? Manusia tercipta secara naluriah memiliki rasa sayang itu. Sayang bisa berarti simpati, empati, atau kamu harus ada untuknya. Harus ada karena memang kamu merasa bahwa kamu dan dia adalah sama-sama makhluk yang Tuhan ciptakan.

Ya, cinta melebihi rasa sayang. Seseorang yang mencintai sesuatu sudah pasti ia pun menyayanginya. Cinta akan memberikan kekuatan yang besar untuk selalu menjaga dia. Dia untukmu dan dia untuk Tuhannya, Allah. Cinta akan selalu suci, sekalipun manusia sendiri berusaha menodainya.

Cinta bisa pula berarti “aku dan calon pendampingku”. Setiap manusia pasti mendambakan seseorang suatu saat akan hadir sebagai teman seumur hidupnya. Seseorang yang selalu bisa membuat dada ini membuncah, jantung berdegup dengan kencang, napas tersengal, dan nadi seolah berhenti bila berada di dekatnya. Seseorang yang mampu membuatmu selalu nyaman berada di pundaknya. Dan saat kau terpuruk, lengannya akan merangkulmu dengan lembut tapi kuat. Ia tidak akan membiarkanmu melewati masa itu sendiri!

Kita tentu tidak memungkiri bahwa rasa itu suatu saat akan menghampiri kita. Dan saat masa itu datang, sekali lagi cinta adalah anugrah dari Tuhan. Cinta tidak pernah salah memilih. Tetapi sebaiknya letakkan cinta itu di tempat yang semestinya. Maka cinta akan mencari jalannya sendiri apakah seseorang itu memang untukmu atau kamu hanya telah salah mengartikan butir-butir rasa itu hingga kau menyebutnya cinta, padahal bukan. Aku kembali mengingat sebuah judul lagu karya Afgan, jodoh pasti bertemu. Lalu apakah kita masih bersikeras bahwa dia memang untuk”ku”? Padahal kita tidak pernah tahu siapa yang tertulis di Lauful Mahfudz untuk kita. Dia atau bukan.

Cinta. Ya, cinta ada bukan untuk menyakiti siapapun. Suatu kenyataan pahit bila kamu merasa telah mencintai orang yang salah. Mungkin saja seseorang itu tidak memiliki kriteria sebagai pendamping idamanmu dan orang tuamu atau mungkin seseorang itu telah memiliki pasangan. Saat itu, bisa jadi kamu akan merasa seolah atap runtuh menimpamu atau kepingan hatimu seolah pecah menjadi puing-puing tak penting. Kenyataan pahit memang. Namun ingatlah! Saat kamu meletakkan cinta itu pada tempatnya berarti kamu telah membangun sebuah harapan baru. Sebuah harapan untukmu, untuknya, dan untuk orang lain di sekitarnya. Kamu akan merasakan bahwa cinta itu ada untuk saling menjaga. Cinta ada karna ia tidak pernah menyakitimu, dia, atau orang lain di dekatnya. Dan setelah semua terlewati kamu pasti akan tersenyum. Senyuman itu bahkan semakin indah bila kamu bumbui dengan penerimaan yang tulus.