Langit seakan menghitam..

Lautan mengering..

Angin terdiam..

Awan bersembunyi..

Hanya keheningan yang aku lihat..

Advertisement

Kesunyian yang aku rasakan..

Detak jantung seakan terhenti seketika. Darah pun membeku. Tubuh terasa kaku. Hingga untuk berkedip pun mata tak sanggup.

Terpojok aku seketika terpaku, hanya bisa menatap dari kejauhan tanpa bisa melakukan apa pun. Air mata darah pun seakan sudah mengering, yang ada hanya api kemarahan kekecewaan untukmu.

Itulah yang kurasakan ketika aku melihatmu bersanding dengan yang lain, apa salahku? apa yang kurang dariku? hingga kau rela membunuh perasaanku seperti ini. Apakah dia lebih baik dariku? apakah dia lebih pantas bersanding denganmu dibanding aku?

Apa cintaku selama ini hanya kau anggap sampah?? apa cintaku hanya sebuah cerita dongeng untukmu?? kau seperti mengganggapku tak ada..

Begitu bodohnya aku tertipu dirimu.. betapa bodohnya aku berikan cinta untukmu..

Kau dengan seenaknya seakan membuang cintaku dalam tong sampah hatimu, seakan mengubur kenangan kita dalam peti mati pikiranmu. Baiklah itu mungkin sudah nasibku, aku menerima semua ini dan aku juga akan berlaku sama terhadapmu. Aku juga akan membakar cintaku dan memusnahkan kenangan kita ini dalam lautan api kebencian yang ada di diriku.

Kuanggap kau sudah menghilang lenyap bersama cintaku yang ku berikan sia-sia untukmu.