Pada Januari 2017 ini, sengaja kakak ingin menulis sepatah dua patah kata untukmu. Sebenarnya dari jauh hari kakak ingin memberitahumu, namun karena waktu yang tidak bersahabat dengan perasaan, maka kakak selalu menundanya. Dan tidak untuk hari ini, kakak akan memberitahumu.

Dik, kakak hanya ingin bilang: Guru terbaik adalah pengalaman. Mungkin kamu sudah berkali mendengar kata-kata itu dari sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang di tambah kakak yang ke seribu.

Sebagai seorang kakak, anak pertama dari dua bersaudara, aku ingin adik perempuanku satu-satunya bisa menjadi anak muda yang inspiratif yang menginspirasi teman-temannya. Aku juga inginkan pribadinya menjadi baik pada sesama dan berguna bagi bangsa dan negara suatu hari nanti.

Namun Dik, kembali lagi pada harapan kakak yang sederhana dan tidak muluk-muluk. Harapan yang semestinya tersimpan dalam hati dan doa kakak, semoga Allah memberikan kesehatan dan melindungimu selalu.

Dik, kakak yang terlebih dulu menilik bagaimana rasa dari getir, pahitnya kehidupan. Sudah barang tentu hal itu yang mendewasakan kakak, karena kakak besar di perantauan. Kakak banyak belajar dari pengalaman dan pengalaman yang membuat kakak menjadi pribadi yang serba mandiri dan terus ingin memperbaiki diri.

Advertisement

Walau sedari kecil kita tidak dibesarkan dengan kasih sayang Ayah dan Ibu, kita harus bersyukur karena ada yang menyayangimu dan bersedia merawatmu dengan sepenuh hati. Kita akan membalas kebaikan orang tersebut suatu hari nanti.

Aku tahu, mungkin kamu akan marah pada Ibu dan Ayah karena mereka pergi tanpa pernah meninggalkan kabar padamu. Namun seperti apapun sikap orang tua, kamu tidak boleh marah, Dik. Tetap do'akanlah Ibu dan Ayah agar sehat selalu.

Oh iya, Dik. Kita tidak boleh benar-benar bahagia sebelum memberikan maaf pada mereka yang telah menyakiti kita. Tentu saja kita akan melanjutkan perjalanan hidup dengan hati yang bersih, ikhlas dan reda.

Hidup ini keras. Kamu tidak boleh kalah dengan rasa putus asa. Keputusasaan selalu meninggalkan kepedihan yang teramat dalam dan hal itu akan berdampak negatif pada diri kita. Keputusasaan merupakan pembunuh paling keji dalam kehidupan ini. Maka, kakak tak bosan mengingatkanmu: bersemangatlah meraih mimpi dan cita-cita, Dik.

Kakak sangat bangga padamu. Kamu tumbuh menjadi sosok remaja yang murah hati, berprestasi, dan berani punya Mimpi yang besar

Kakak selalu menyayangimu. Kasih sayang kakak melebihi apapun untukmu dan tak akan pernah luntur sepanjang hidupku.

Teruslah melangkah, percayalah pada impian terbesarmu, dan banyak-banyaklah berdoa. Dekati terus Sang Maha Pencipta langit dan bumi berserta isinya. Yakini harapa bahwa perjuanganmu akan berbuah manis, kamu akan memanen dan menikmati hasil dengan penuh syukur.

Dan bagi kamu yang memiliki adik, semoga pengharapanku yang sederhana ini bisa membuatmu tahu, bahwa kehadiran makhluk yang lebih muda darimu ini sangat berharga. Dia berhak bahagia, meski kepahitan telah dirasakan terlebih dulu oleh kakaknya.