Sayang, kamu tau ga? Perempuan memang begitu sensitif menyangkut fisiknya apalagi Saat ia melihat perempuan lainnya dengan penampilan yang lebih vulgar, lebih sexy, lebih terlihat segalanya dengan kelebihan-kelebihan lainnya

Berkali-kali kumenatap diriku di cermin, kuperhatikan setiap detail yang ada di wajahku. Wajah dengan pipi yang Chubby, mata sipit, hidung yang tidak boros, bibir tebal, alisku berantakan tertutupi poni dengan rambut ikalku

Hmmm, aku berdehem dengan semakin mendekati cermin. Kuperhatikan lagi bagian tubuhku yang lainnya. Aku tergolong pendek, dilengkapi dengan kulit sawo matang, Beratku tergolong tidak gendut dan tidak juga kurus, aku tak memiliki kaki jenjang seperti yang diidam-idamkan kebanyakan pria.

Aku semakin geleng-geleng kepala… What’s wrong with your eyes????

Sepertinya benar apa kata orang, “Saat mencintai seseorang, matamu akan dibutakan”.

Advertisement

saat kau katakan “I Love You

Aku hanya membalasnya thank you.

Kau mengulangi ucapan itu lagi sampai aku membalas “ I love you too

Dengan suara bergetar kau selalu bilang begitu bersyukur memiliki seseorang sepertiku, memintaku tuk tetap bertahan bersamamu hingga kelak kita benar-benar bersama.

Kuacuhkan setiap kali pembicaraanmu mulai mengarah ke sana. Sekeras apapun aku mengalihkahnya, tetap saja kau berhasil dan membuat kita bergulat dalam topik itu.

“ Sayang, apa harapanmu?”

“ Harapanku pada-Nya agar DIA menyertai setiap langkahmu, kamu dipertemukan dengan orang-orang yang baik/bijak yang akan mengembangkan kepribadianmu, rezekimu, semua yang terbaik untukmu.” Kujawab dengan penuh ketulusan.

Kamu bilang masih ada yang kurang sayang, kamu bertanya kenapa aku tak menyelipkan namaku?????

Sayang, ku katakan kelak aku memberikan kebebasan sepenuhnya untukmu bilamana kamu akan memilih siapa yang akan mendampingimu. Semua itu semata-mata tuk membunuh setiap harapanku yang berlebihan, menghindari kekecewaan kelak saat kau beralih pada pilihan lain di waktu yang tidak kita duga-duga.

Kamu meyakinkanku bahwa akulah pilihanmu. Aku bagian tujuan hidupmu, memberiku kebahagiaan adalah salah satu bagian tujuanmu, kau menyukai saat aku tertawa, suara tawaku membuatmu selalu merindukanku.

Thank’s dear, beberapa tahun ini kau membuatku benar-benar merasa dicintai, seandainya ketulusanmu itu terwujud, beruntungnya aku yang engkau sempurnakan dengan cintamu yang luar biasa itu.