Hai 3 tahun ku.

kau ingat 11 Desember 2013 lalu?

Pada saat itu, di tengah perjalanan sepulang dari kampus, kau untuk ketiga kalinya memintaku jadi kekasihmu secara langsung, yang sebelumnya hanya dari chat. dan aku terima. Dan setiap hari kita selalu bersama, ke kampus, makan siang. hingga akhirnya pada hari minggu setelah kita resmi sebulan jadian, aku mendapat kabar dari teman ku, bahwa kau berselingkuh.

Aku menangis, aku sedih, sangat sedih, mungkin karena ketika itu, aku berniat untuk menjalin hubungan serius. Hingga akhirnya kau memilih ku dan berjanji tidak akan bersellingkuh lagi. Kau berjanji tidak akan menyakiti perempuan lagi. Karena kau mendapat kabar saat itu ibumu mengalami kecelakaan. Kau ingat janji itu sayang?

Kita jalani hubungan kita bulan demi bulan. Kau selalu bilang aku wanita terbaik di hatimu, di hidupmu. Namun sifatmu yang tidak pernah terbuka, tidak pernah membuat aku merasa "spesial" di hidupmu. caramu memperlakukan ku, seakan akan memberitahu kepadaku, bahwa kau tak pernah secinta itu kepadaku. Di saat kau sakit, aku yang merawatmu, manjagamu, hingga kau sendiri yang bilang "semuanya tak kan terbalas lagi sayang, hanya bisa dibalas dengan menikahimu". 

Advertisement

Moment terfavorit ku adalah, tepat tgl 8 September 2015, di hari ulang tahunmu itu, aku mengajak sahabat-sahabatmu bekerja sama. Dan pada saat itu, kau begitu bahagia, kau cium keningku di depan teman-temanmu. Setelah acara selesai, kau katakan lagi, "kau wanita terbaik di hatiku". Kau ubah tampilan 'display picture' BBM-mu dengan foto kita berdua. Itu hal yg selama pacaran sangat jarang ku temukan saat bersamamu, kau tau betapa bahagianya aku merasa sangat kau cintai? Iya, aku sangat bahagia.

Hingga tgl 11 Desember 2016, tepat kita bersama 3 tahun, kau memutuskan untuk pindah ke kota kelahiran mu, dengan alasan orang tuamu yang menuyuruhmu untuk pulang, dan bekerja di sana saja. Saat itu aku merasakan takut. Entah mengapa, aku tak bisa percaya kalau kau bisa setia. 2 minggu sebelum kau pindah, aku selalu menawarkan untuk kita selesai saja, namun kau selalu menenangkan aku  "Nggak sayang, ini ujian terakhir kita. Percayalah, kalau kita bisa lewatin ini semua, cobaan apapun ke depan bakal bisa kita hadapi sama-sama"

Hingga akhirnya tanggal 28 Desember 2016, kau berpamitan dengan orang tua ku, kau cium tangan bapakku, Bapakku bilang  "Baik-baik ya, pikirkan masa depanmu". Kau berpamitan dengan keluargaku, dengan keponakan keponakan ku yang dekat denganmu "bye-bye udak Beb", apa kau masih ingat dengan sebutan itu?

Kau berjanji kau akan kembali melamar ku paling lama 4 tahun. Dan kau bilang akhir tahun 2017, kau akan mengajak ku liburan ke Bali. Ku antarkan kau ke terminal. sepanjang perjalanan aku menangis,hingga akhirnya kau harus berangkat, kau Berdoa untuk kita berdua, kau berdoa sambil menangis loh, apa arti tangisanmu itu?

Seminggu pertama kita LDR, yaaa kau masih meyakinkan ku, bahwa kau mencintaiku. hingga akhirnya  aku berdoa, Tuhan, tolong tunjukkan aku siapa yang bisa ku hubungi di kota asalmu itu. Tuhan itu sangat Baik! keesokan harinya kakak sepupu mu sendiri yang menghubungiku. perlahan-lahan dia beritahukan apa yang terjadi denganmu di sana ya apalagi selain selingkuh? Hal yang paling ku takutkan pun terjadi.

Aku harus menahan ini, aku harus pura-pura tidak tahu bahwa kau berselingkuh. Kau tau rasanya jadi aku? 2 minggu aku harus menahan, aku harus chat denganmu, video call, telfonan seperti biasa. Kau tidak tau kan rasanya jadi aku? Sampai aku tidak masuk kerja, aku jatuh sakit saat tau itu semua. Tapi gadis yang selalu kau bilang manja ini, bisa menahannya, aku mampu loh, aku bisa jauh lebih kuat dari apa yang kau tuduhkan selama ini. 

Aku berangkat ke kotamu, aku bertemu kakak sepupu mu, yang tentu saja, sekarang sudah menjadi kakakku. kakak yang begitu menyayangiku, kakak yang tidak pernah bisa melihat aku bersedih sedikitpun. Malam itu, aku melihat mu dengan 'DIA' yang tentu saja sekarang sudah menjadi teman baikku. 

Aku : Beb

Kau : siapa ya?

Aku : (saat kau jawab seperti itu, aku terdiam, badan ku mendingin, serasa ingin mati saat itu juga)

Kau : sini kita ngomong sebentar (kau menarik tanganku, tapi aku tidak mau)

Aku : Kau siapa? (sambil menunjuk DIA)

DIA : (bingung) kau siapa?

Aku : aku pacarnya udah 3 tahun

Kau katakan kepada mereka "Bapaknya preman kak, aku belum mau mati!" Apa kau pernah melihat bapakku membunuh orang? Apa kau pernah melihat bapakku berbuat jahat, heI?

"Dia itu cewek FREAK"

Aku seburuk itu di matamu, di matamu aku hanya sebatas itu. kau yang meyakinkan aku, bahwa semua akan baik-baik saja.kau selalu katakan kau pertahankan aku karena kelebihan ku lebih banyak, sementara kurang ku hanya sifat manja ku yang tidak bisa mandiri.

"Aku udah putus sama dia dari september 2016"

Hello, September itu kita masih bersama merayakan ulang tahun kita, loh.

TERIMAKASIH. Gadis yang selama ini menemani mu di kota ini, hanya kau anggap cewek "freak". 

Aku pun punya banyak kesalahan saat bersamamu, mungkin aku terlalu curiga. Siapa yang membuat aku curiga dan tak bisa percaya lagi?

Namun sampai pada saat akhirnya aku pulang ke kotaku, ada hal hal baru yang membuatku menjadi sangat kuat. bahwa kau tak pantas untukku. Aku memberanikan diri bertanya pada wanita 'yang lain lagi'  ternyata benar selama kita berpacaran di kota ku inipun, kau sudah berselingkuh dengan yang lain lagi. kau ajak dia dinner, kau katakan dia jodohmu. 

Sudah 2 bulan berlalu. Sampai saat ini akupun masih menata hidupku. Menata hatiku. Memperbaiki kesalahan-kesalahan ku.

TERIMAKASIH UNTUK 3 TAHUN PELAJARAN DI HIDUPKU. 

Jangan pernah lagi kau perlakukan wanita seperti itu.

Semoga Tuhan membalas semua yang terjadi padaku suatu saat.

Semoga kau dan aku di pertemukan lagi suatu saat, tentunya dengan Jodoh terbaik masing-masing.