Hey Kamu,
Aku masih berdiri disini, ditempatmu meninggalkanku
Mencoba mengoreksi diri dimana letak kesalahan dan kekuranganku?
Kuakui memang tidak ada manusia yang sempurna dan kaupun ternyata tidak memilih kesempurnaan

Jika saja bisa kuteriakan kepadamu, dimana salahku? Dimana kekuranganku?
Andai saja kau bersedia menjawabnya, mungkin jiwa ini akan terbebas dari gelisah
Seperti yang kau katakan bahwa saat ini kau merasa inilah yang terbaik
Pertanyaannya terbaik untuk siapa?

Apakah pernah kau pikirkan betapa tercabiknya hatiku?
Apakah pernah kau pikirkan bagaimana kondisiku menjelang hari bahagiamu?
Sementara diluar sana, hanya ucapan-ucapan klise yang menghiasi telingaku
Klise karena mereka tidak pernah tahu bagaimana aku berjuang menggelepar sendiri menghakimi diriku yang tidak pernah bisa melepaskan ingatan tentangmu

Merutuki malamku yang selalu dihiasi mimpi tentangmu
Bahkan di alam bawah sadar pun kau masih saja bertahta dengan pongah

Bagaimana aku bisa dengan mudah menyingkirkanmu dari pikiranku kalau ingatan tentangmu adalah ingatan tentang kekalahan terbesarku dalam hidupku dimana aku selalu terdidik untuk menjadi pemenang

Advertisement

Kau adalah kehilangan yang mungkin paling dalam sejauh ini
Rasa penasaran yang paling besar dan kesedihan yang tiada duanya

Dulu atas nama komitmen sekuat tenaga kamu selalu menghindariku, demi menjaga perasaannya tapi tahukah kamu disini ada wanita yang selalu harap-harap cemas menantimu membaca semua pesanku dan hatinya bersorak riang meski jawabanmu hanya sekedar “Opo?”

Tahukah kamu setiap kau berusaha menjaga perasaan seorang wanita, ada wanita lain yang kau lukai perasaannya
Pernahkah kau tanya padaku apakah aku tersakiti? Apakah aku baik-baik saja?
Kau menumbuhkan harap selama ini dan tiba tiba kau ingin aku menghilangkannnya dalam sekejap mata
Kau bahkan tidak memberiku kesempatan untuk bersaing dengan adil, Kau hanya menjustifikasi dari satu perspektif saja tentang sosok ideal seorang wanita

Kau tidak pernah berusaha mengenal hatiku, dimana banyak orang yang ingin mengenalnya namun tak kuizinkan karena tanpa sadar telah kuberikan padamu yang sayangnya kau sia-siakan begitu saja
Tidak sedikitpun terlintas di benakku untuk mengganggumu lagi, tidak. Karena aku sudah kapok merasakan pahitnya sakit hati dan sudah cukup air mata ini

Terlebih dari semuanya. Aku punya harga diri yang megah, aku tidak akan biarkan kau injak-injak harga diri ku lagi hanya demi dia yang bagiku tidak seberapa
Aku tidak akan memperdulikan lagi apa yang terjadi dengan kau dan dia
Mendoakan, maaf aku tidak mau karena aku bukanlah seorang munafik
Merutuki, maaf itu pun tidak mau, tidak ada gunanya
Yang akan kulakukan hanyalah belajar untuk tidak memperdulikan segala hal tentangmu lagi karena aku percaya :

The opposite of love isn’t hate but doesn’t care

Saat aku tidak lagi memperdulikan semua tentangmu, saat itulah aku kembali menjadi pemenangnya
Ini bukan soal jadi yang terbaik dan memantaskan diri
Banyak mereka yang belum pantas
Jika Jodoh itu adalah cerminan diri kita, aku setuju karena berarti dirimu bukan cerminan diriku
Aku harus terus mengasah diri dan memantaskan diri agar cerminan diriku juga lebih baik
Hanya itu saja

Keyakinanku pada Allah SWT bahwa ia menghadirkanmu dalam hidupku jika bukan untuk menyatukan kita tentulah untuk memberikanku sebuah pelajaran berharga
Mungkin sekarang belum kutemukan jawaban kenapa jalan kita tidak direstuinya?
Tapi berdasarkan pengalaman, akan segera kutemukan jawabannya dan tentunya itu pasti yang terbaik untukku

Hey kamu,
Tidakkah kau pernah memikirkan sedikit saja bagaimana perasaanku sekarang diatas kebahagiaanmu?
Jika tidak pernah, mungkin itu jawaban Tuhan, pria tidak berperasaan sepertimu tentunya tidak baik untukku

Hey kamu,

Hatiku mungkin saat ini berhenti di kamu tapi tidak dengan langkah kakiku dan hanya masalah waktu dimana hatiku akan mengikuti jejak langkah kakiku

Hey kamu,
Maaf tidak ada ucapan apalagi doa
karena aku belajar tentang ketidakpedulian darimu
Ahhh sudahlah tiada guna seribu kata terucap dan tersimpan lagi tentangmu
Hanya satu yang pasti, aku akan selalu bahagia dengan ataupun tanpamu

Maaf tapi ternyata kamu tidak cukup hebat untuk menghempaskanku
Selamat menikmati resiko hidup dari pilihanmu sendiri, baik atau buruk
Semoga di masa depan kita bertemu lagi di saat aku sudah lebih bahagia darimu
Di saat aku sudah bisa menatapmu dengan kepala tegak
Di saat semua kepedulian telah sirna
Dan di saat aku dengan rasa lapang sudah bisa menertawakan kesedihan dan kekonyolanku karena dirimu

Hey kamu,
Aku akan lebih bahagia darimu
Dan sampai jumpa