Hi Guys, apa kabar? Kalo kabar gue, gak perlu dibilanginlah ya. Selagi hidup sendiri ini, belum ada kabar istimewa yang bisa dibagi, kecuali pengalaman liburan. *Untuk sekarang-sekarang ini.

Atau, apa kalian mau? Andai gue bungkus dan bagikan, segala muram durja, pedih perih, yang menerpa sepanjang umur gue? Gak jadi ah, nanti malah ditertawakan. Dianggap lelucon, buat gue makin terpuruk dan menderita. *Elah, kayaknya diri ini penuh tekanan banget yak.

Liburan yang akan gue bagi kali ini adalah tentang Bali. Pulau Dewata yang mendunia. Pantai-pantai eksotik, wisatawan-wisatawan asing, pura-pura berderet, gunung, bukit, danau, air terjun, tempat berselancar, tempat peristirahatan (spa, dll), karya seni, kerajinan, budaya, upacara meletakkan mayat di “Seme Wayah”; atau dikenal dengan istilah “Ngaben", sejarah, warga-warga lokal yang ramah …. Gak ada habisnya bicara objek wisata di sana. Pesonanya memukau. Gak heran, para traveler dari berbagai penjuru dunia dapat dijumpai. Sebagai warga Indonesia, kita layak bangga.

Rasanya, gak ada yang meragukan keindahan alam Pulau Bali.

Gue baru aja solo backpacker ke Bali. Kegiatan yang biasa gue lakukan saat bosan dengan rutinitas. Pengen memanjakan diri. Sejenak untuk gak mikirin Process Hariawase pada Main Pattern, Material, Dimention A B C, dan gambar semua proses agar mudah dibaca, untuk selanjutnya dibuat di bagian produksi.

Advertisement

Lelah. Gue pengen liburan! Jangan sampe kerutan di wajah nambah gara-gara kerjaan kantor. *Tarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan. Tarik napas, keluarkan perlahan. Tarik napas … keluarkan perlahan. Oke, sekarang udah rileks.

Setelah puas jalan-jalan, menikmati objek-objek wisata, nyobain kuliner khas, pikiran udah fresh, tibalah saat yang gak menyenangkan; yaitu pulang. Sekian.

Loh? Cerita Balinya mana?

“Baiklah,” sambil mendesah pendek. “berlibur ke Bali.”

Beribu kota Denpasar, pulau ini terletak 32 km di timur Pulau Jawa. Luas wilayahnya sekitar 5.636,66 km² atau sekitar 0.29% dari luas seluruh Indonesia. Mayoritas penduduk beragama hindu, maka jangan heran jika kebanyakan tempat, terlihat Pura; tempat ibadah pemeluk hindu. Bahkan hampir setiap rumah penduduk terdapat pura dan tempat sesajen. Selain dikenal sebagai Pulau Dewata, Bali sering juga disebut Pulau Seribu Pura.

Pulau Bali gak pernah kehilangan magisnya sebagai destinasi wisata dunia. Kalo udah ke sana, bakal mengharap bisa balik lagi dan lebih lama tinggal. Provinsi dari sembilan kabupaten ini memiliki masyarakat santun yang memegang teguh warisan seni budaya. Setiap kabupatennya unik dengan panorama alam tersohor di dunia.

Backpacking ke pulau ini gak perlu takut tersesat, bingung cari objek wisata, tempat makan, tempat menginap. Bali bukan hutan, tapi tempat berpetualang yang sempurna.

Objek pertama yang ingin gue lihat adalah hamparan pasir di Pantai Kuta (baca : Pantai Kute). Jangan bilang pernah ke Bali, kalo belum ke pantai ini. Salah satu destinasi wisata terbaik dunia. Tiap tahunnya, jutaan wisatawan dari penjuru dunia menghabiskan liburan di sini. Tempat ini menjadi ikon wisata pantai di Bali. Wisata andalan, tujuan utama dan paling tenar dengan keindahannya. Jantung Pulau Bali. Yakin deh! Lo juga bakal pengen lagi, kembali lagi, ke Bali lagi dan jatuh cinta sama pantai ini.

Pertama melangkah, setelah melewati gapura berbentuk candi, gue gak berkedip sedetik pun, masih dengan mata membeliak dan mulut ternganga. Karunia Ilahi yang menakjubkan plus mengejutkan. Deburan ombak … menambah nuansa romantis. Gue suka Pantai Kuta. Seratus persen.

Objek wisata satu ini, saking terkenalnya, jarang dilewati wisatawan yang berkunjung ke Bali. Meski pun kunjungan ke sekian, pesonanya manggil-manggil. Luas pantainya terbentang sepanjang 7 km. Garis pantai seluas 2 km, berbentuk lengkung seperti sabit. Pasir putih dan berlimpah dengan ombak khas pantai selatan. Deretan pohon kelapa dan pohon-pohon besar lain menambah cantik tempat ini.

Gak dipungut biaya masuk alias gratis. Pantai Kuta terletak di sebelah selatan Kota Denpasar, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Jaraknya 12 km dari Bandara International Ngurah Rai, sekitar 30 menit menggunakan taxi. Kawasan ini ramai 24 jam. Walau pun banyak banget yang datang tiap harinya, pantai ini bersih dan terawat. Momen terbaik mengunjungi Pantai Kuta di sore hari, sembari menikmati sunset. Jika cuaca cerah, matahari terbenam sekitar jam 18:00. Gak heran, Pantai Kuta disebut Pantai Matahari Tenggelam (sunset beach) sebagai lawan dari Pantai Sanur sebagai Pantai Matahari Terbit (Sunrise beach).

Ada juga lahan parkir di area luar sepanjang pantai; sisi Jl. Pantai Kuta, kamar mandi umum, payung pantai, kios makanan-minuman, tempat penyewaan papan selancar lengkap bersama pelatih berpengalaman.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Pantai Kuta : bermain di pantai pasir putih, bersantai di kursi malas atau tikar, berselancar, massage, melihat matahari terbenam, Bungy Jumping, ikut kegiatan melepas penyu ke pantai, Tato Temporer (Temporary Tatoo),kepang rambut, mewarnai kuku, keliling Kuta dengan naik dokar dan belanja baju serta sovenir. Di sini juga sering ada ritual upacara keagamaan Hindu yang bisa dilihat secara terbuka.

Ombak di Pantai Kuta besar dan panjang. Terkenal bagus dan lokasi terbaik di Bali untuk berselancar (surfing). Bagi pemula, jangan takut karena ada pelatih handal yang siap dan sabar memandu. Tempat ini kerap menjadi arena lomba selancar tingkat nasional mau pun tingkat dunia. Berlama-lama di Pantai ini, buat bibir gak berhenti mengagumi ciptaan Yang Maha Indah. Sama, kayak angin yang gak bosan memainkan jilbab yang gue kenakan. Bersantai, sambil menghadap ke laut. Penat yang menggunung ikut terseret ombak dan lebur jadi buih. Menenangkan. Tempat yang pas buat pegawai kantoran yang jenuh, kayak gue.

Sebagai pantai paling populer, aktifitas di pantai ini beranjak dari pagi hingga dini hari. Di pagi hari, dikunjungi mereka yang ingin menghirup udara segar, sekedar jalan-jalan, lari-lari sepanjang pantai. Banyak juga yang membawa keluarga, anak-anak bermain pasir dan berenang. Siang hari, bisa menikmati pantai sambil berjemur dan melakukan kegiatan lain. Sorenya, pengunjung semakin banyak untuk menyaksikan daya pikat pantai ini, yaitu matahari tenggelam. Malam sampai dini hari pun, pantai ini masih banyak dikunjungi meski pun gelap. Jalan di sekitaran pantai amat semarak. Kehidupan malam bangun. *Gue sih, cuma lihat dari Jl. Pantai Kuta. Banyak yang keluar masuk dari gerbang pantai ini, umumnya pasangan.

Ya ampun. Gue kayak kena “Ajian Pengasih” di film “Dukun teluh”. *Emang ada ya?* Angin yang masih mengibas-ngibaskan jilbab gue seolah merayu, “Jangan tinggalkan aku.” Gue terhipnotis. Beraaattt. Kaki dan hati gak mau beranjak. Untungnya pikiran gue masih bisa menimbang.

Di sekitar Pantai Kuta ada berbagai jenis bar, kafe, diskotik, pub, ajang live music, supermarket, hotel berbintang, wisma, restoran menu lokal dan cita rasa global, toko, pasar seni, hotel,kelontong dan pedagang kaki lima di sepanjang Pantai Kuta menuju Pantai Legian.

Gimana? Ayo, kapan kita kemana? Buat itinerary (rencana perjalanan) secara matang. Yuk, angkat ransel.

Terakhir pesan gue buat lo yang ingin ke Bali. Ini penting. Jadi, simak baik-baik, “Jaga iman.” *Gue ngomongnya sambil puk-puk pundak lo ini.

http://langkahseribu.com/index.php/en/indonesia.html