Cinta yang aku tahu adalah kebahagiaan, kasih dan sayang abadi. Aku bercerita tentang sepasang merpati yang saling cumbu di setiap detiknya. Aku menanyakan seolah aku adalah batang kering tak berakar. Aku kesepian, terbuang bahkan bisa dibilang aku mati dalam dekapan seseorang. Seorang pria yang aku cintai, aku sayang dan sangat aku hargai. Entah kapan rasa itu hilang yang jelas kini aku tidak bisa merasakannya lagi. Aku mati rasa dengan pelukan hangat dan kecupan mesra, aku kehilangan radar bukan karena hujan dan badai. Aku kehilangan kepercayaan itu, rasa yang selalu aku jaga dan aku lindungi darinya kini harus hilang. Semua musnah karena harapan. Harapan yang tidak aku tahu ujungnya. Harapan yang membuat orang lain seakan paham dengan segala hal dalam hidupku. Aku kehilangan segala kepercayaan itu. Kini aku mati, beku dan hilang. Aku kembali dalam diri yang berjuang sendiri bukan bersama. Aku ingin bebas seperti aku bukan orang lain yang memberikan segalanya tapi tidak bisa menerima yang diminta dengan halus.

Semuanya aku serahkan dengan senyuman. Aku bersyukur karena aku telah kembali. Aku menjadi aku dan bukan orang lain. Bahkan ketika aku kehilangan arah, aku berhasil menemukan jalan karena rasa percayaku yang tidak di ganggu gugat. Kini, aku biarkan rasa percaya yang kemarin lusa hilang. Aku akan membangun kepercayaan baru dalam dekapan orang lain yang mau menerima kepercayaanku. Berani bersumpah untuk menjaganya dan berani bersumpah untuk tidak mengganggunya. Aku percayakan rasa ini kepada siapapun yang mau menjadi bagian dari senyumanku, hanya aku dan kamu bukan dia atau pun mereka. Aku memikirkan tentang genggaman tangan dalam kedinginan. Aku bayangkan tentang mata yang saling tertawa dalam kesunyian. Aku percayakan ini, aku serahkan segalanya kepadamu. Siapapun itu.

Jelas di depan mata aku berubah, jelas bukan bayangan yang selalu penuh pertanyaan kenapa? Aku merasakan aku bebas bukan terbelenggu, aku merasakan aku menjadi aku bukan memakai topeng orang lain dan ‘egois itu perlu’. Aku belajar segalanya dari hal yang ada di lingkunganku. Bisa jadi kamu dan kalian semua adalah bagian dari perkembanganku. Semua ada proses bahagia dan sedihnya, aku lelah menikmati keduanya hanya karena mencapai satu nikmat jangka pendek. Aku ingin hidup lebih lama, jangka panjang. Hanya dengan rasa percaya yang tidak di ganggu yang membuat aku bertahan dan diam, jika aku mulai mundur dan berubah arah itu karena aku lelah ada di dunia yang tidak aku suka. Keluar dari kotak nyaman adalah caraku hidup tapi aku tidak akan bertahan di dalamnya dalam keadaan penuh sesak. Aku akan keluar dengan rasa percaya yang selalu aku jaga. Semua ada jalan dan telah aku serahkan segalanya kepadamu. Tinggal bagaimana kamu mengelolanya, aku melihat dari kejauhan. Siapa yang membutuhkan. J see you next time J