Kisah antara aku dengannya mungkin pernah ada, kami saling berbagi kasih dan berbagi cinta. Kisahku dengannya mungkin manis dan indah saat kami bersama, dia rela mati demiku begitupun sebaliknya. Kami saling memberi kasih dan kami juga saling mencinta. Tapi itu dulu, dulu sebelum sebuah keputusan untuk berpisah kami ucapkan

Kini, dia telah bersamamu, bersama kekasihnya yang ia cinta saat ini. Ia berpikir kaulah yang terbaik untuknya saat ini, mungkin juga nanti, memadu kasih tanpa perlu kau pertanyakan cintanya padamu. Tapi kenapa kau risau akan bayang -bayangku? Apa kau merasa dia masih mencintaiku ? Atau aku lebih sempurna dibandingkanmu?

Tenang, aku hanyalah mantan, mantan yang pernah saling mencinta. Pernah berbagi rasa bersama. Tapi itu dulu, ya, dulu kawan. Rasa itu memang pernah ada, tapi percayalah itu semua sudah sirna dan tak lagi ada. Aku bingung ketika kau membeciku, bahkan menjauhiku karena alasan yang tak pernah kutahu.

Kau khawatir aku merebutnya darimu atau ia masih cinta kepadaku. Aneh kawan, kenapa kau berpikir seperti itu? Padahal, aku tak pernah mengenalmu, bertemu denganmu. Apa yang membuatmu cemburu? Apa yang membuatmu iri denganku kawan?

Aku hanya mantan yang tak perlu kau risauka. Percayalah pada kekasihmu yang tulus memberimu cinta. Jangan mengkhawatirkanku akan bayangan masa lalu. Percayalah padanya telah memilihmu. Bukan cemburu kepadaku.