Remuk. Betapa parah kepayahan diri ini.

Terlalu sedih untuk ditangisi. Terlalu lucu untuk ditertawakan. Terlalu indah unttuk mendapat pujian. Sekadarnya saja. Takut terluka.

Semalam kamu masih memimpikan cerita ini dan cerita itu. Lupa bahwa dirimu punya jalan cerita sendiri. Percuma kamu pura-pura lupa. Mereka ada, nyata.

Si A sekarang sudah jadi bos. Si B sudah jadi Mapres. Si C sudah jadi aktivis. Lha kamu? Masih saja tidur di kos-kosan memimpikan liburan panjang segera datang. Berharap ada tiket promo, kiriman makanan nyasar, buy 1 get 1 free, dan hanya seputar itu. Apa itu kamu?

Aku tahu, kamu setengah siap, belum bisa sigap. Masih enggan berdiri tegap, takut saling menatap. Kamu kurang percaya pada diri, selalu iri. Dan kini, kamu malah semakin menjauhkan, menjatuhkan, melumpuhkan, meghancurkan satu per satu mimpi sepasang insan yang dulu pernah kau janjikan. Apa itu kamu?

Advertisement

Memang, kamu tidak cantik, tidak pandai, tidak kaya, tapi apa kamu juga tidak punya hati? Tolong! Pahami. Hidup ini bukan hanya tentang luka. Simpan sedihmu. Memelihara luka bukan jalan mu -yang katanya ingin bahagia-

Ada nama yang melekat pada diri Anda. Ada doa yang terpanjatkan bersamanya. Seindah namamu. Seiring kisahmu. Jangan layu.