Ya, inilah cinta, rasanya nano-nano.

Kadang kita mendengar kata-kata itu dan mengiyakan.

Bagaimana tidak, kadang kita merasa bahagia melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan merindukannya saat dia jauh. Namun kadang kala pemikiran dan tujuan kita berbeda membuat kita bertengkar karena masalah yang sepele, dan seharusnya itu bukan masalah yang besar.

Karena ego kita, merasa diri kita sudah benar dan dia yang salah membuat kita semakin hebat bertengkar. Kadang aku berpikir bagaimana kita bisa bertengkar jika kita saling mengalah. Bukankah kita saling menyayangi selama ini. Pernah kita berjanji saling menyayangi, saling mengalah, saling menghargai, dan kita tahu resiko yang kita hadapi di depan.

Kembali kita manusia yang terbatas, semuanya hanya perkataan jika ingat kita kembali bersama jika tidak bubar jalan.

Advertisement

Dan ini terjadi bukan hanya sekali dua kali, ini sudah terjadi berulang kali dan pada akhirnya kita tetap bersama, dan akupun tak tahu bagaimana kita tetap bersama semua karena aku atau kamu. kadang ada kebencian dalam hatiku mengapa aku selalu bisa bersamamu dan kita saling menyakiti jika masalah datang entah darimana.

Dan kesetian aku apa artinya? Kita berjalan bukan berapa hari, minggu, bulan, namun kita telah berjalan selama beberapa tahun. Semuanya kita telah lewati, apa aku harus bersyukur bersamamu, apa aku harus memboodohi diriku sendiri karena tetap bersamamu?

Kesetian aku karena kepercayaanku terhadap dirimu, dan kesetian aku karena kamu adalah kamu. Yang selalu membuatku terjatuh dan bangun menyayangimu, karena kamu yang aku percaya anugerah, bingkisan yang Tuhan kirim dan nyatanya kamu selalu ada untukku.

Aku yang selalu berharap kita sejalan, searah, setujuan dalam menjalin sebuah hubungan ini. Aku yang selalu menyayangimu karena kamu adalah kamu, tak ada yang sepertimu, tak ada kamu yang lain di dunia ini, hanya satu yaitu kamu.