Rasanya, di zaman sekarang lebih banyak yang memilih bertahan pada sesuatu yang sudah lama mereka rajut dan dijalani; meski di dalam hati sebenarnya ingin sekali di utarakan bahwa semuanya sudah tidak sebaik dulu, bahwa semuanya sudah hilang, bahwa kini hanya ada masa di mana kita ditugaskan untuk selalu bertahan tanpa adalagi kebahagiaan.

Kita hanya terpaut dengan keadaan yang selalu diingatkan "Gue sama dia sudah lama, sayang juga 'kan kalau gue harus ninggalin dia? Lagian gue capek harus jalanin lagi sama orang lain dari awal."

Ya, terkadang hanya kalimat itu yang membuat kita akhirnya tidak mampu melepas; padahal keduanya sudah tidak sejalan. Kita hanya menyayangkan waktu yang sudah selama itu mereka jalin. Padahal tanpa mereka sadari, mereka sedang membuang waktu yang sudah tidak ada kebahagiaan lagi di dalamnya.

Kadang memang sesuatu yang harus berakhir tidak bisa dipaksa untuk tidak berakhir.

Menyakiti atau tersakiti kadang menjadi salah satu jawaban untuk seseorang bagaimana harus melepas. Jika tetap dipertahankan, lalu buat apa segala rasa dibicarakan baik-baik saja, tapi nyatanya sudah sangat menyayat pedih hati?

Advertisement

Tidak ada hal dan hati yang akan baik-baik saja untuk melepas hal yang sudah menjadi keseharian dalam hidup, yang telah setia dan selalu ada di setiap waktu, apapun itu.

Tapi berbahagialah seseorang yang sudah mampu melepasnya! Karena sesuatu hal yang disadari: rasa sakit yang terus-terusan tidak dapat dipertahankan, hanya lebih baik dilepaskan.

Dan bahkan, jika kau sungguh mencintainya, lepaskan dia, karena bagian dari cinta sejati itu ialah melepaskan …

Menjadi diri sendiri, membuka hati kepada orang banyak, dan melakukan apapun yang kita inginkan; itu lebih menyenangkan daripada mempertahankan sebuah rasa yang sudah tidak bisa dipertahankan. Dan melepas, terkadang yang mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan menerima hidup apa adanya.

Selamat untuk kalian yang sudah berhasil untuk melepas sesuatu yang selama ini bukan diri kamu sendiri.