Dia sungguh laki-laki baik yang begitu indah. Sikap santunnya berbanding lurus dengan tampan rupawannya. Cerdas menambah sisi sempurnanya. Pangeran mahkota keluarganya cucu kesayangan kakek neneknya. Anak kebanggan Ayahnya juga kesayangan ibunya.

Keramahannya membuatnya mengenal banyak orang, ia berteman dengan siapapun.

Kebaikan hatinya membuat semua jatuh hati, Ia dicintai semua orang. Ia…. Adalah seorang anak, kakak, adik, teman, kawan, sahabat, guru bahkan musuh yang bijak. Semua orang menyayanginya. Di manapun ia ada banyak yang mengakui anak, di manapun ia ada banyak yang mengakuinya teman.

Ia bukan tokoh utama dalam sebuah dongeng, ftv atapun sinetron. Ia nyata sebagai pemeran utama di kehidupannya sendiri. Ia Pangeran berkuda putih tanpa kuda juga senjata. Ia bukan artis ataupun anak pejabat negeri ini. mungkin saja keluarganya besar mengaung sampe penjuru negeri. Tapi personalnya ia hanyalah anak muda biasa yang luar biasa.

Ia lebih menekankan prinsip kerja keras untuk memperoleh sesuatu walaupun semua mudah ia dapatkan dari ayahnya.

Advertisement

Ia seorang ambisius, mengejar sesuatu sepenuh hati dengan perjuangan. Posisi yang ia dapatkan bukan karena nama besar keluarganya, Bukan bantuan dari kolega orang tuanya. Aku adalah salah satu saksi di mana ia pernah meninggalkan rumah untuk mencari jati dirinya.

Ini bukan sinetron seperti dalam layar kaca. Ia benar-benar biasa, bukana seperti anak orang kaya dengan mobilnya. Ia hanya memiliki sebuah vespa putih dari hobbynya menulis.

vespa yang dibeli dari temannya. Vespa bekas temannya. Ia hanya memiliki sebuah notebook buatan cina untuk memuaskan hasrat menulisnya, dan menggunakan hape jadul yang dibanting tak akan hancur.

Ia membiayai kuliahnya sendiri dengan hobbynya menulis dan mengajar anak-anak juga kecerdasannya. ia tinggal dalam kamar kos sempit dengan sebuah kasur, lemari kecil dan kipas angin untuk melepaskan kelelahannya. Walaupun hidupnya pas-pasan tak sekalipun ia meminta pada ayahnya bahkan sering ia memberikan rejekinya untuk para penambal ban, pak ogah ataupun pencari botol walau sebatas nasi bungkus.

Nasibnya yang menurut sebagian orang dipersulit sendiri tapi menurutku ia cukup dewasa menentukan pilihan hidupnya. Sosoknya sudah tak lagi dbayangi nama kakeknya. ia mandiri berdiri di kakinya sendiri. Bergantung pada Tuhan tanpa mengeluh tanpa mencaci.

bagamana tidak bahagia memilikinya. Dijamin pasti bahagia. Tapi ia milik semua orang, ia miliki siapa saja yang mencintainya. Ia belum memilih wanita yang dicintainya. Ia merasa belum menemukan sebuah hati untuk diperjuangkan sekeras perjuangan dirinya. Ia belum mampu memastikan dengan siapa ia akan menghabiskan waktunya. Ia tak cukup yakin untuk memilki. Pangeran itu keras kepala kadang suka menyamakan pengalamannya. Ia pernah kecewa dan kali takut kecewa.

Pangeran itu hanya idaman tak bisa dimiliki