"Aku tak bisa menemanimu malam ini, Anita memintaku untuk mengantarnya beli buku."

Pesan singkat darimu kini sungguh telah membuatku terluka. Sudah satu jam aku menunggumu datang menjemputku, sesuai janjimu bahwa malam ini kau akan pergi mengajakku untuk menonton film, tapi pada kenyataannya kau lebih memilih untuk membatalkan janji yang sudah kau buat satu minggu yang lalu kepadaku dan pergi bersama kekasihmu.

Aku duduk di depan cermin, perlahan ku ambil kapas untuk menghapus segala riasan di wajahku, sesekali aku tersenyum melihat wajahku. Aku tak terlalu jelek sebagai seorang perempuan. Tapi kenapa aku harus mau menjadi yang kedua seperti ini ?

Perlahan kuhapus sedikit demi sedikit riasan diwajahku. Pertama ku hapus bedak di wajahku, kemudian kuhapus lipstik yang menggores dibibirku, lalu kuhapus pensil alisku, dan kuhapus bulir airmata yang sedikit demi sedikit terjatuh dan membasahi pipiku.

Kuhamburkan diriku dikasur, aku mulai menangis sejadi-jadinya, bagaimana tidak ? Lelaki yang aku cintai yang aku jadikan kekasihku satu-satunya, dia justru menjadikan aku kekasihnya yang kedua. Aku tau aku bodoh, tapi cinta ini yang telah membodohkan aku, aku terlalu buta oleh cinta sehingga aku mau dia jadikan yang kedua, walau pada akhirnya aku sendiri yang akan terluka.

Advertisement

Untuk sekedar bertanya kabar saja aku harus menunggu waktu yang tepat saat kau tak bersama kekasih lamamu, untuk sekedar berbagi ceritapun aku harus menunnggu waktu sampai kau ada waktu untukku, untuk bertemu dan memelukmupun aku harus menunggu satu minggu, kadang dua minggu, bahkan kadang satu bulan . Tersiksa bukan ? Tapi aku mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu. Kuabaikan mereka para lelaki yang berusaha mendekatiku, yang jelas-jelas akan menjadikan aku satu-satunya di hati mereka, tapi aku lebih memilihmu, lebih memilih untuk setia kepadamu, dan menjadikanmu satu-satunya lelaki yang kuletakkan di seluruh hatiku.

"Yang aku tau aku mencintaimu, perkara kau menjadikanku yang kedua atau ketiga, asal kau selalu meyakinkanku bahwa kau juga mencintaiku aku akan selalu bertahan menunggumu untuk menjadikanku wanita satu-satunya dalam hatimu"

Aku selalu memiliki keyakinan bahwa kapanpun itu, akan tiba suatu hari dimana kau akan menjadikanku wanita satu-satunya dalam hatimu, walau aku tau harus ada hati yang terluka karena aku. Aku sendiri sadar betul bahwa merusak keindahan hubungan seseorang akan berdampak negatif bagi kehidupanku sendiri kedepan. Tapi aku tak merusaknya, aku tak mengganggunya, aku hanya berdiam diri menunggu dan menantikannya tanpa aku merusaknya. Aku tak mau mencari musuh seperti yang orang-orang lakukan, demi mendapatkan keinginannya harus merusaknya terlebih dahulu, aku sendiri yakin bahwa sabar menunggu pasti hasilnya akan lebih indah daripada harus menginja-injak bunga yang masih bermekaran.

"Aku juga ingin kau memperkenalkan aku di hadapan teman-temanmu bahwa aku ini kekasihmu. Aku juga ingin kau menggandeng tanganku di depan semua orang, bukan hanya menyembunyikanku dibelakang dan kau hanya datang untuk sekedar melumat bibirku "

Iri ! Aku juga iri akan hal itu. Aku terkadang juga ingin kau pamerkan di hadapan teman-temanmu, keluargamu dan semuanya sebagai kekasihmu. Aku juga iri setiap kau bisa ketawa dengannya bersama orang disekelilingmu, yang tak pernah kau lakukan kepadaku. Bahkan untuk sekedar mengajakku jalan-jalanpun kau tak pernah bisa. Kau bilang "takut ini, takut itu" ahh kesel .

"Aku bahkan tau bagaimana rasanya jika kekasih kita, orang yang begitu kita cintai, tapi menduakan kita. Tapi aku sendiri tetap tak bisa meninggalkan dia yang aku cintai walau hanya menjadi yang kedua"