Aku menganggapmu sebagai matahari yang selalu menyinari dan menghangatkan meski kadang teriknya menyiksa diriku. Dikeheningan malam, aku menganggapmu sebagi bulan yang selalu setia menemani sang bintang meski kadang hujan membuatnya tak terlalu indah.

Detik demi detik yang kita lalui bersama selalu menyimpan semua kenangan yang sangat manis dan tersimpan rapi disanubari. Bau khas rambut dan tubuhmu selalu mampu menghipnotisku terbuai untuk selalu memelukmu, menghalalkan hubungan ini sesuai Ridha-Nya dan menghabiskan sisa umurku bersamamu.

Tak banyak inginku

Tak banyak pintaku juga

Aku hanya ingin, menua bersamamu di dalam ikatan yang khalal

Mempunyai anak-anak yang lucu dan sebuah rumah idaman di pinggir desa nan asri, membesarkan anak-anak kita bersama sampai menimang cucu. Ah, itu sekarang hanya sebuah janji yang tak bisa kau tepati lagi. Hanya sebuah harapan kosong yang hancur berantakan dihembus topan dan puting beliung.

Entah, setan jenis apa yang memasuki jiwa dan ragamu, atau bisikan iblis mana yang bisa meluluhlantahkan hatimu untuk pergi begitu saja meninggalkanku. Tiada pemberitahuan atau sekedar ucapan berpisah. Bukankah seharusnya kamu memilih untuk pamit meski aku yang terluka.

Advertisement

Satu hal yang harus kamu tahu, kini setelah sekian lama tak bersua denganmu. Aku sudah memantaskan diri untuk masa depan yang baik, dan dimanapun kamu berada. Semoga hidupmu bahagia selalu mantan yang tak pernah ada kabar.