Bulir – bulir air langit akhir – akhir ini begitu mengusik.

Ceria terik matahari kalah dengan pesona mendung.

Langit lebih sering menghitam dari pada membiru.

Tapi tidak dengan cinta.

Ia masih mekar layaknya bunga yang berkasmaran.

Advertisement

Kemarilah, biar kukenalkan cinta padamu.

Cinta yang bertebaran dimana – mana.

Pesonanya, aromanya, kharismanya.

Ah, semuanya membuatku nyaman.

Mereka sering mengelupas lapisan – lapisan air mata yang menebal.

Meringankan pundak yang semakin berat sebelah.

Pengukir hebat tawa – tawa renyahku.

Hampir genap seribu hari menyusuri lorong – lorong gedung bersama.

Jangan tanya mengapa rindu masih menggebu meskipun tatap semakin memudar.

Bagaimanapun waktu telah mengatur pertemuan dan perpisahan, cinta ini tetap utuh untuk kalian.

Tak peduli satu mencaci dan satu mencela, lalu yang lain pergi.

Cinta tetap cinta.

Membekas seribu alasan.

Memudar halus tapi tidak akan benar – benar hilang.