Dalam sebuah hubungan, apalagi hubungan yang sudah berjalan lama. Seringkali kita dihadapkan pada berbagai indikasi kejenuhan dan kebosanan. Seringkali kita justru menginginkan hal lain yang akan memberikan aliran adrenalin dalam hubungan kita sudah berjalan begitu lama. Atau dalam kasus lain, seorang teman yang telah menjalani hubungan yang belum begitu lama merasa bosan karena hubungannya yang datar.

Kurang greget katanya. Atau ada juga yang hatinya, entah bagaimana jatuh pada kali kedua dan pada orang yang berbeda. Seringkali beberapa orang mencari cara untuk menghilangkan kejenuhan memutuskan untuk mencari orang baru yang dapat memberikannya napas baru dalam hubungan lamanya yang mulai terasa hambar. Ada yang sengaja melakukannya, ada juga yang "katanya" tidak sengaja.

Alasannya sih satu, karena hati tidak ada yang bisa tahu. Juga tidak ada yang bisa memutuskan kapan kita akan jatuh cinta dan kapan kita akan mengambil hati yang telah jatuh tersebut. Tentunya, saat kita memiliki pasangan. Kita akan merasa memilikinya, hatinya, cintanya, seutuhnya dan sepenuhnya. Bagaimana jika hatinya terbagi pada orang lain selain kita sebagai pasangannya? Tentunya akan sakit.

Sakit sekali. Karena kita akan menganggap bahwa ini adalah sebuah bentuk pengkhianatan. Pengkhianatan terhadap apa? Terhadap komitmen yang telah kita bangun. Menjalin hubungan dan menjalani sebuah komitmen memang bukanlah perkara yang mudah. Dalam perjalanannya akan banyak sekail godaan yang akan dihadapi, berantem, selisih faham, kesibukan juga kejenuhan.

Dan pasti ada saja godaan untuk mendua. Apalagi jika ada seseorang datang di saat yang tepat, dan memberikan kenyamanan, udah ini mah. Bagaimana jika hatimu terlanjur bercabang? Bagaimana jika kamu telah menjalani sebuah hubungan yang mereka sebut "perselingkuhan". Haruskah dilanjutkan atau diakhiri saja?

Advertisement

Ketika kamu berada dipersimpangan cabang hatimu maka cobalah renungkan dan pikirkan hal ini.

1. Tahu Diri

Ingatlah siapa kamu, siapa dia. Ingatlah bahwa kamu telah memiliki pasangan. Pasangan yang bagaimana pun dia. Dia adalah pilihanmu. Kamu dengan pasanganmu, punya komitmen. Mau dibuang begitu aja? Tahu diri juga dia siapa. Kalo dia sudah punya pacar atau belum. Tau diri. Kita aja gak mau kan hubungan kita dirusak orang lain, makanya jangan rusak hubungan orang, dan yang lebih penting adalah. Jangan merusak hubungan diri sendiri.

2. Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Memang, selingkuh itu sangat menggoda. Bagaimana tidak, ketika kamu selingkuh kamu akan mendpatkan dua perhatian dari dua orang sekaligus. Juga kadang, selingkuh itu memberikan efek kepuasan tersendiri. Selingkuh memberikanmu apresiasi eksistensi terhadap dirimu sendiri. Bagaimana kamu mampu meluluhkan dua hati sekaligus. Bagaimana kamu mampu membuat dia mau menjadi selingkuhan mu padahal tau bahwa kamu sudah punya pacar.

Dan selingkuh akan meningkatkan kepercayaan dirimu, karena jika ternyata selingkuhan mu itu sudah punya pacar, berarti kamu mampu meluluhkan hati seorang yang sudah terikat komitmen lain. Selingkuh akan memberikan efek yang menegangkan, efek ini ditimbulkan dari ketakutan ketahuan oleh pasangan. Indah ya? Rasanya berjuta-juta.

Tapi di balik semua kenikmatan yang kamu rasakan, selingkuh menyimpan pisaunya sendiri yang menunggu untuk menikammu. Setelah semua indah yang akan dinikmati, kamu harus dihadapkan pada konsekuensi luka yang akan diterima, oleh semua pihak. Bukan cuma hati pasanganmu yang terluka, atau hati pacar dari selingkuhanmu yang terluka. Ketika kamu selingkuh, sadar atau tidak kamu juga melukai dirimu sendiri. Kamu melukai orang-orang disekitarmu. Kamu akan merusak hubungan banyak orang.

3. Ingatlah betapa sulitnya membangun sebuah kepercayaan, dan betapa sulitnya menghilangkan penyesalan

Sebuah perselingkuhan akan merusak kepercayaan. Belum lagi penyelesan yang akan kamu tanggung. Sekalipun pasanganmu memaafkanmu. Tapi rasa penyesalan ini akan terus menghantuimu. Apapun alasannya, selingkuh tak dibenarkan. Memang indah pada awalnya, tapi pada akhirnya akan selalu meninggalkan luka. Jangan sakiti dirimu sendiri dengan menyakiti orang lain. Jaga selalu yang harus dijaga ya