Kamu yang dulu ku kira matahari namun nyatanya hanyalah pelangi . Hadir dengan segala warna yang indah namun hanya sesaat. Setelah kepergianmu dulu,kini kau hadir kembali dihidupku lalu kau pergi lagi. Itulah kamu, ya itu kamu yang dulu sempat sangat aku inginkan.

Ketika semua yang ku tulis adalah tentang kamu, kamu tak pernah rela untuk berbalik arah padaku. Namun mengapa ketika semua yang kutulis bukan lagi tentangmu, Kau baru menyadari pentingnya kehadiranku. Kemana sosok dirimu ketika aku benar-benar mengharapkanmu dulu? Dimana sosok dirimu ketika dulu kamulah yang sangat ku tunggu?

Bukankah yang sekarang kulakukan itu permintaanmu beberapa bulan yang lalu? Permintaanmu yang sangat menggores hatiku. Aku tak pernah menyangka sosok dirimu yang dulu sangat aku banggakan bisa berubah secepat itu menjadi sosok yang sangat aku benci. Ketika aku berbuat kesalahan sedikit saja kau tak segan untuk menghukumku dengan sikapmu yang tiba-tiba menghilang, aku tak bisa menghubungimu sedikitpun. Semua akses yang biasanya dapat aku gunakan untuk menghubungimu kau kunci.

Masih ingatkah kamu tentang bagaimana dulu kita terikat?
Masih ingatkah tentang semua mimpi yang dulu kita ciptakan ?
Masih ingatkah tentang semua janji yang pernah kamu bicarakan padaku dulu?
Dan masih ingatkah bagaimana caramu pergi dariku?

Mungkin memaafkan sudah aku lakukan sebelum kau memohon maaf padaku. Tapi kenangan tak akan bisa dilupakan secepat itu. Sekalipun terkadang aku masih sering mengingatmu, ingatlah tak semudah itu mengembalikan gelas yang sudah pecah. Sesekali aku mengharapkanmu kembali tapi maaf aku tak seberani itu untuk mengharapkan orang yang pernah mengecewakan.

Advertisement

Ingatkah saat kau pergi meninggalkan semuanya.Ketika semua sedang sangat baik-baik saja, kau pergi begitu saja dengan alasan kau merasa tak pantas untukku. Lalu menurutmu siapa yang antas untukku? Itu hanyalah alasan klasik yang sering ku dengar dari mulut seorang pria ketika dia sudah bosan. Hingga saat ini aku tak pernah mengerti apa yang membuatmu pergi dulu. Jika saat itu kau berfikir seperti itu, mengapa kau pernah sangat lancang memasuki hidupku sejauh itu. Mengapa kau sangat berani menciptakan harapan sejauh itu untukku. Kau memaksaku untuk bisa berdiri sendiri . Kau memintaku untuk tetap menyelesaikan mimpiku tanpa adanya sosok dirimu. Bagaimana aku bisa menyelesaikan mimpi mimpi ku itu jika di dalam mimpi itu banyak sekali tentang sosok dirimu.

Apakah kau masih ingat saat aku berkali-kali aku mencoba menjelaskan dan meminta mu berbaik hati untuk rela berbalik arah padaku dan memperjuangkan semuanya lagi bersama-sama, Kau menolak permintaanku mentah-mentah. Tak Jarang pula kau mengusir kehadiranku dengan sangat kejam. Mungkin saat itu aku masih sangat bodoh, ya sangat bodoh ! aku tak pernah mau menyerah, aku yakin ini bukan kamu yang telah ku kenal selama ini. Ini bukan kamu yang selalu bersamaku selama ini. “ku mohon tolonglah berbalik arah” itu ungkapan yang sering aku ucapkan padamu saat itu, Namun pada nyatanya aku tak pernah mendapatkan apa yang ku inginkan.

Setelah sekian lama aku berjuang sendiri hanya untuk mempertahankan Hubungan ini, Akhirnya aku pun mulai merasa lelah. Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan? Sepertinya kamu tak pernah merasakan hal itu. Ya! kamu tak pernah lelah berlari., namun Maafkan aku yang kini lelah mengejarmu. Kamu terlalu abu-abu, datang dan pergi sesukamu. Hingga suatu saat aku menyadari , mungkin pergi dariku itu ya yang benar-benar kau inginkan. Dan sejak saat itu aku memutuskan untuk berhenti mengejarmu. Aku hanya pasrah dan berdo’a pada Tuhan agar kamu bahagia tak lupa aku pun masih berdo’a agar suatu hari nanti kau bisa menjadi miliku lagi seperti sedia kala. Tapi sepertinya kau terlalu semangat berlari hingga kau tak pernah menyadari sudah seberapa jauh dan seberapa lama aku berhenti mengejarmu.

Kau baru menyadari ketika aku tak pernah lagi ada memperhatikanmu. Kau baru menyadari ketika aku tak pernah lagi mengisi hari-harimu. Yang perlu kau tau berhenti bukanlah yang ingin ku lakukan, Tapi itu yang harus aku lakukan!

Sekali lagi tolong maafkan aku karena aku menyerah sebelum semuanya slesai. Tolong maafkan aku yang terlalu takut untuk menaruh harapan pada orang yang jelas-jelas pernah mengecewakan. Berbahagialah disana sayang, Lekaslah pulih dari keterpurukan. Jadikan ini semua pembelajaran untuk mendewasakan. Semoga kau lebih bahagia dengan tak adanya sosok wanita sepertiku di hidupmu lagi.Kini aku telah ikhlas dengan semua yang telah terjadi pada kita.

Terimakasih kau pernah sangat mewarnai hari-hariku
Terimakasih karena telah sangat menjagaku dulu
Terimakasih karena darimu aku tau arti memperjuangkan dan kehilangan

Aku hanya berpesan beberapa hal padamu. Jangan pernah ada lagi wanita wanita lain yang kau perlakukan seperti ini. Tak ada wanita yang sempurna di dunia ini sayang. Ia akan sempurna jika kau yang menyemurnakan kekurangannya dan Jangan pernah mengatakan lagi kau tak pantas baginya jika kau berani memasuki hidupnya.

Dan satu hal lagi. Jika suatu hari nanti kau mendengar atau melihatku bersama orang lain, tolong ingatlah bukankah itu yang kau inginkan dulu ? melihat ku berbahagia dengan orang yang menurutmu lebih pantas untukku. Do’a kan saja semoga yang ku pilih nanti adalah yang terbaik. Dan perlu kau tau, Jika nanti ada seseorang yang mendampingiku, dia tak pernah ikut berperan dalam kepergianku saat ini! Aku sudah jauh lebih lama berhenti mengejarmu, sebelum ia hadir dalam hidupku. Bahkan sebelum kau menyadari aku telah berhenti mengejar dan mengharapkanmu.