Sebutan itu aku dapatkan setelah aku memutuskan untuk merubah penampilanku secara ahir dan batin. Aku tidak pernah merasa risih, apalagi malu ketika orang-orang mulai memanggilku.

Hei… Si nenek muda yang cantik ini hendak ke mana? Mungkin, pergi ke Rumah Tuhan dan berharap ada si pria buta yang mau mengakuinya.

Tenang! Aku masih dibekali ribuan nafas. Lantas aku hela saat sekumpulan suara itu kian menggodaku. Aaa… aku benar-benar bersyukur dengan banyaknya cibiran yang aku dapatkan. Karena aku sadar, aku mulai diperhatikan oleh-Nya.

Tidak gampang. Iya, mereka yang telah memutuskan untuk menutup auratnya pun akan mengatakan hal yang sama. Aku dan juga mereka harus belajar lagi bagaimana berpakaian yang baik yang sesuai syariat Islam. Aku maupun mereka benar-benar belajar tentang akhlak yang sejatinya wajib kita lakukan sebagai umat-NYA dan belajar mengenal Tuhan lewat ajaran-ajaran dan sunnah-Nya yang sebagaimana telah diajarkan oleh orang-orang sebelum kita.

Perlahan, kita akan menjadi manusia yang diinginkan Tuhan. Manusia yang taat yang mengikuti perintah-Nya.

Advertisement

Yo, aku malulah! Udah dikasih hidup, udah dikasih kesempatan untuk mengenal siapa Tuhanku, tapi aku malah pura-pura bodoh dengan berbagai penyangkalan yang jelas-jelas dibuat-buat alasannya. Padahal jelas, tertulis di mana-mana bahkan di media sosial apapun ada. Perintah Tuhan yang mewajibkan kita (perempuan) untuk berjilbab. Menutup aurat sepenuhnya.

Tidak heran kalau ada beberapa orang yang beranggapan "berjilbab (syar'i)" itu terkesan sangat tua karena lebih sering dipakai oleh ibu-ibu tua dan nenek-nenek yang sudah uzur. Kesannya jauh dari kata modis (katanya). Berbeda bagi mereka yang mengerti.

Aku benar-benar sedang mempersiapkan diri. Mempersiapkan di mana masa itu tiba. Masa di mana aku akan mempertanggung jawabkan semuanya.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59)

Ayat itu menunjukan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah. "Nah lho! Kalo aku sih, YES! Kalian?"

Allah Sang Pemilik Hati

Panggil Aku Khaila. Wanita muslimah. Aku memang masih belajar. Belajar untuk membuat-Mu jatuh cinta terhadapku. Tidak peduli seberapa lamanya aku menunggu. Yang aku tahu, Engkau menyayangiku dengan berbagai rencana-Mu. Hingga saat nanti aku menemukan seseorang yang mereka sebut "Si Pria Buta yang mau mengakuiku", akan aku simpan kerinduan ini dalam doaku. Aku menunggunya untuk menjemputku. Aku menantinya dalam taatku pada-Mu.

Aku memang sedang merindukan seorang pria. Pria sederhana, pria yang sholeh tentunya. Pria yang mengerti agama dan bisa membaca Al-quran dengan benar. Sebab dia yang akan menjadi imamku dan berdiri di depanku memimpin shalat. Aku ingin pria seperti itu. Jatuh cintakanlah aku kepada pria yang mencintai-Mu agar semakin bertambah rasa cintaku pada-Mu. Ah, sepertinya tidak begitu banyak pria yang seperti itu. Tidak heran sampai saat ini, belum ada yang berani dan benar-benar mau mengakuiku.

Sampai detik ini pula, aku belum berani berkata "Dia pria yang akan memilikiku".

Yakinlah…

Yakin Allah mengawasiku setiap detiknya. Yakin ajal mengikutiku, yakin rezeki tak akan tertukar, yakin jodoh tak akan meleset dan tak akan pernah salah. Meyakini Allah cinta pada hamba-Nya. Karena itu, I LOVE YOU ALLAH. Aku yakin, selagi kita selalu memantaskan diri di hadapan-Nya, mau mengikuti arahan-Nya, mentaati segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya, everything will be alright. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, termasuk urusan jodoh.

Ketika Tuhan jatuh cinta, dekap erat setiap hal-hal yang membuatmu terlihat rendah bahkan tak dihargai. Percayalah, Tuhan selalu bersamamu!

*NOTE: Tulisan ini semata-mata hanya ingin mengingatkan kita sesama umat-NYA untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Tuhan Semesta Alam. walaupun ada satu outline dimana seorang Khaila seakan "meminta(berdoa)", sesungguhnya bukan itu tujuan dari outline tersebut. sejatinya, ketika kita berdoa memohon sesuatu, jangan pernah lari ke makhluk. larilah kepada Allah. dalam shalatmu. kemudian, kau akan bertemu Dengan-NYA. #SEMOGA BERMANFAAT. TERIMAKASIH.