Datang kepadaku seorang laki-laki disabilitas. Tangan kanannya sedikit membengkok tak bisa lurus, jari-jarinya tidak mampu mekar atau kuat menggenggam. Dia tidak memiliki fisik sempurna, layaknya kebanyakan laki-laki, tapi hati miliknya sangatlah sempurna.

Saat ini dia bekerja di Dinas Sosial, sebagai honorer. Gajinya sebatas UMR Kota. Tidak ada tunjangan lain maupun bonus besar. Namun dia tak pernah kekurangan, malah selalu lebih dari cukup. Tidak pernah mengeluh. Aku perhatikan dia selalu bersyukur atas dirinya dan kehidupannya.

Dia laki-laki biasa, tidak bertahta tinggi, tetapi dia disegani orang-orang di sekelilingnya. Bukankah derajat seorang manusia di mata Allah tergantung keimanannya? Laki-laki ini tidak pernah meninggalkan sholat, setiap mendengar azan, langsung bergegas ke masjid. Laki-laki ini baik hati, dikenal banyak orang dari berbagai lapisan.

Dan untuk masa lalu, dia bersih, tanpa masa lalu yang menurut aku kotor. Umurnya 28 tahun, selama 28 tahun ia tidak pernah pacaran. Mungkin dia pernah patah hati karena beberapa wanita yang menolak lamarannya secara terang-terangan maupun pelan-pelan. Sekiranya nanti yang menjadi istrinya, pastilah sangat berbahagia. Sebab dia tidak pernah memberi cinta, kasih sayang, maupun diri kepada wanita manapun kecuali istrinya.

Laki-laki ambisius, laki-laki yang memiliki mimpi besar, dan dia tidak hanya bermimpi karena semua mimpinya sudah atau sedang diperjaungkan, beberapa mimpinya sudah terwujud seperti menjadi penulis dan pergi serta membawa orangtuanya umroh. Dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah pesimis untuk menggenggam cakrawala. Laki-laki periang yang selalu tersenyum, cerdas dan kaya akan ide.

Advertisement

Pertanyaanku, adakah yang salah dari laki-laki itu? Jika kau seorang wanita dan dia mempersuntingmu, akankah kau mau menerima lamarannya? Fisiknya tidak sempurna, hartanya tidak banyak, dia laki-laki biasa yang tidak bertahta tinggi. Masalah ini kau tidak perlu risau, masa lalunya perih karena penolakan, bukan karena laki-laki ini menyakiti wanita lain.

Kau tahu, Tuhan menyimpan apa-apa dari matamu agar kau jeli melihat yang tidak terlihat. Jika aku wanita yang dilamarnya, mungkin aku tidak akan menolak. Memang dia tidak menjanjikan dunia dan seisinya, tetapi bahagia dunia akhirat pasti didapat. Sungguh, dia mempesona.