Disini masih seperti biasa, udara yang ku hirup masih sesegar dulu, langit yang ku pandang masih sebiru dulu, rumpun bambu didepan juga masih melambaikan kedamaian. pelan, ku nikmati setiap detik yang terus melaju. tak ada yang terhenti disini, tak ada yang terganti bahkan suara burung masih seriang kemarin.

Disini masih seramai kamarin, hiruk pikuk tempat kerja, gaduh yang nyaris tak pernah ada habisnya, canda tawa, obrolan pagi dan saling buli yang kadang menghilangkan suntuk tapi kadang mengundang kekesalan. pasti, ku nikmati setiap kisah yang terjadi, ini ceritaku, tak ada yang terhenti disini, bahkan aku masih tersenyum dan tertawa lepas seperti kemarin.

Hanya saja, kadang aku banci disaat kau melintasi pikiranku, karena langitku yang biru mendadak jadi kelabu, keramaian itu berubah menjadi sunyi yang menyayat, aku tertawa, tapi ada yang mengganjal. akhirnya aku tahu, tak ada yang berubah selain suasana hatiku dan kepergianmu, teman.

Kepada kau yang pergi…

Taukah kamu?, orang yang kamu tinggalkan akan merasa jauh lebih sulit darimu, karena disaat mungkin kau dengan mudahnya melupakan mereka dan sibuk dengan suasana serta orang yang baru, tapi yang kau tinggalkan masih ditempat yang sama, suasana yang sama tapi tanpamu.

Advertisement

Kau tau rasanya?, entahlah…

Aku ingat saat kamu meminta pendapat ku tentang pekerjaan barumu, dengan tegas aku bilang 'pergilah' bukan?, tapi sungguh!, kata itu begitu sulit ku keluarkan bahkan saat sudah diujung lidahku. moodku berubah hari itu, aku mengutuk hatiku yang tak ikhlas, karena jauh dilubuk hati aku mendoakan kita semua bahagia, walau tak bersama.

Aku juga ingat beberapa hari yang lalu saat kau masih disini, aku mengusirmu!, kau tau aku tidak serius bukan?, itu cara ku agar terlihat kuat, itu caraku agar terbiasa menyuruhmu pergi, bukan memintamu menunggu!.

Ah!, aku benci sisiku yang ini, sisiku yang lemah dan menulis disini, aku banci sisiku yang merindukanmu, aku banci sisiku yang terkadang mengingatmu, aku benci.

Untukmu yang pergi,

Disini aku masih belajar melupakanmu, tertawa dengan mereka seperti biasa, bercanda dengan mereka, melihat langitku, menikmati hariku, aku rasa aku mulai berhasil karena durasi mu melintasi pikiranku mulai berkurang. semoga kamu sukses ditempat kerja baru teman. ku sadar tak perlu aku banci pertemuan, karena hukumnya pertemuan itu selalu diikuti perpisahan. dan begitu juga kisah kita.

Sukses partner kerjaku yang dulu