Terkadang aku merasa bahwa semua perjalanan yang bisa aku tempuh dan aku jelajahi adalah sebuah ijin dan keberkahan dari Tuhan untuk kita. Dengan rejeki-Nya dan juga kebaikan-Nya kita diijinkan untuk menapaki keindahan akan ciptaan-Nya.

Begitulah yang aku rasa tentang perjalanan aku ke Lombok pada bulan Mei di tahun 2016. Perjalanan yang sangat amat luar biasa, bisa menapaki satu demi satu langkah kaki ke salah satu gunung api kedua tertinggi yaitu Rinjani. Keindahannya, adalah sebuah alam yang telah Tuhan sembahkan untuk aku. Dan Rinjani bukanlah sebuah perjalanan mendaki gunung biasa, selain harus menapaki setiap jalur yang membuat nafas terengah-engah, alam-Nya pun mengajarkan kepada aku bagaimana untuk selalu bersahabat dengan diri sendiri, terlebih melawan segala ego di dalam diri.

Tidak luput, Lombok merupakan destinasi yang memiliki keindahan pantai-pantai yang beda atmosfernya. Dari Pantai Senggigi, Pantai Tanjung Ringgit, Bukit Malimbu, Pantai Kuta, sampai sebuah Desa yang mengajarkan betapa pentingnya menjaga sebuah budaya Indonesia dari nene moyang yaitu Desa Sade Suku Sasak, dengan segala kesederhanaan yang dimiliki oleh masyarakatnya dan juga sebuah karya tangan yang mampu menciptakan sebuah keindahan lewat tenunan yang berwarna-warni.

Belum lagi dari itu semua ada sebuah Gili-Gili yang sangat begitu menawarkan keindahan lewat pesonanya. Gili Trawangan sebuah tempat yang di mana seperti menarik siapapun yang menginjakkan kakinya di sini seakan berada di Kuta Bali. Gili Meno dan Gili Air sebuah keindahan bawah laut yang bisa kamu nikmati dengan mata sendiri.

Ahhh. Rasanya aku merindukan kamu, Lombok! Aku merindukan segala perjalanan yang kau rajut di kehidupan aku. Selain aku hanya mampu merindukan dia, aku pun sanggup merindukan keindahanmu, Lombok.

Advertisement

Lombok, panggil aku lagi ya untuk menikmati keindahan alammu yang luar biasa! Sekali lagi 🙂