Aku masih teringat saat pertama kita bertemu, bertatap muka tapi tak saling sapa karena memang belum saling kenal, aku masih merasa biasa saja, tidak ada yang spesial pada dirimu. seiring berjalannya waktu kita dipertemukan lagi olehNya,tatapan matamu yang penuh rahasia membuatku bertanya-tanya, membuatku timbul rasa tak nyaman padamu, apa yang kau lihat ? seakan akau pernah melakukan kesalahan padamu, padahal kita belum lama bertemu. Semua berjalan begitu saja, aku mengikuti dan menikmati alur yang ditakdirkan olehNya untukku.

Ketika itu kita tidak saling bertemu & kamu mulai menyapaku dengan komentarmu pada postinganku di media sosial. Semakin lama kita berkomunikasi hanya lewat media sosial, Aku tak menyangka ada hal yang aneh dan menyelinap masuk dalam hati ini yang entah datangnya Kapan dan Lewat mana,yaitu Kenyamanan. Pada pertemuan di sebuah acara, kamu mulai berani untuk menyapaku, aku masih ingat Pertama kali saat itu dengan tangan terbuka kamu berkata "Hai.." diiringi senyum dari bibirmu yang tipis merah jambu. Sejak saat itu perasaan yang awalnya hanya sebatas Nyaman menjadi semakin Lebih. Semakin lama kita saling berkomunikasi, semakin banyak apa yang kita bicarakan, semakin banyak nasihat darimu untukku, semakin banyak kita mengetahui diri kita masing-masing, semakin banyak kita bertukar pikiran sampai-sampai kita berdebat, semakin tau latar belakang diri kita yang ternyata hampir memiliki banyak kesamaan, pernah menjalani sesuatu sama diwaktu yang berbeda, hoby yang sama, dan kamu mulai mengenali sifatku, saat kamu memaparkan apa yang kamu ketahui tentangku padaku yang semua itu Benar. Engkau tak tahu apa yang kurasakan saat berjumpa denganmu, engkau tak tahu rasa seperti apa yang ada ini untukmu,. Aku juga tidak pernah tau apa yang engkau rasakan sebenarnya. Aku hanya mampu Diam dan berusaha menekan Perasaan yang Fitrah ini.

Seiring berjalannya waktu ada hal yang berubah,entah kenapa aku merasa bahwa kita berusaha saling menjaga jarak, kita seperti menyembunyikan suatu hal, Aku merasa harus menjaga jarak denganmu dan menjaga pandang denganmu karena aku merasa tak mampu melihatmu saat tepat didepanku, walaupun Aku tau terkadang kita masih mencuri pandang, Aku memilih untuk diam, bersembunyi, hingga aku juga merasa seperti seorang Pecundang. Tapi aku rasa yang hadir tidak kunjung memudar malah selalu ada namamu. Saat ini aku hanya bisa mendoakan dirimu dan aku tidak pernah lupa menyebut namamu dalam doa setelah kedua orangtuaku, Aku berfikir mungkin ini jalan yang baik untuk kita Sekarang.

Aku hanya mampu memperjuangkanmu dalam Doa padaNya, Maafkan aku tidak bisa mendampingi & memperjuangkan dirimu dalam keseharian secara nyata saat ini apabila memang Kamu Jodohku dariNya suatu hari nanti. Biarkan skenario Tuhan berjalan, kita hanya mampu mengikuti skenarioNya dengan baik, Aku juga perlu memantaskan diri ini dihadapanNya, menjadi MakhlukNya yang lebih baik UntukNya, dan Tetap berusaha Istiqomah padaNya. Entah Kapan kita akan bertemu lagi, entah Seperti Apa pertemuan selanjutnya, entah Bagaimana hasil akhirnya, semua masih Tanda Tanya ( ? ). Aku hanya mampu berserah pada Tuhan, berharap yang terbaik, Menerima dengan Ikhlas apapun KetentuanNya, aku hanya merasa bahwa Seperti "Kamu" lah masa depan yang aku harapkan.

Sampai Jumpa di masa yang Akan Datang, untukmu yang hanya bisa kuperjuangkan di balik layar.