Untuk bosan yang seringkali melilit diri, pergilah. Biarkan kita bercumbu dalam rindu yang menggebu. Setelah sekian jarak memisahkan tangan – tangan yang ingin digenggam. Pundak – pundak yang ingin disandari, juga rambut yang menanti diusap. Kungkungan kesibukan kuartikan sebagai jarak. Bukan hanya memisahkan tapi juga mengacuhkan.

Jangan biarkan kotak – kotak persahabatan mengosongkan tempatnya. Berjudi dan memenangkan kesibukan. Mengapa ? Karena tak ada tawa terlepas kecuali disebabkan kicauan – kicauan canda yang terkadang tak penting. Juga tak ada senyum termanis selain berhasil membuat kejutan – kejutan kecil ditengah – tengah kita. Ya, kita sayang.

Hapus bayang – bayang iri dalam benak masing – masing. Kita mulai lagi lembar baru yang menyamankan setiap hati. Buang jauh – jauh lembar – lembar kotor penuh siratan dengki. Jarum tajam pernah menancap menghasilkan tetesan darah berjudul pelajaran. Dan kita belum menyerah. Jembatan berkayu yang bagiannya sudah pecah akan kita tambal demi sebuah jembatan baru yang bisa menyelamatkan kita dari penyesalan kehidupan.

Bidadari – bidadariku : Sahabat. Peluk erat sekali lagi. Kita sandarkan sejenak lelah – lelah dunia yang menghampiri, sebelum jarak bertopeng kesibukan kembali menyayat diri. Sampai bertemu dipuncak kebahagiaan dan jangan lupa hampiri disepanjang jalan perjuangan.

Tak ada teman yang buruk, hanya sekat – sekat yang kemudian menjadikannya buruk. Tembus sekat – sekatnya, dan putih akan menjelma, kebaikan akan muncul dengan sendirinya.