Pendidikan adalah salah satu kebutuhan mendasar manusia dalam kehidupannya. Pada prosesnya pendidikan membantu dan menolong kita untuk bisa mengembangkan diri dan bisa mengikuti perkembangan zaman serta membantu kita untuk bisa bertahan hidup.

UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 3 tercantum tujuan dan fungsi pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Bloom dalam teorinya membagi ranah pendidikan menjadi 3, kognitif, afektif, dan psikomotor. Indonesia juga memakai teori ini dalam mengembangkan Kurikulum 2013 (K 13). Kawasan afektif menjadi hal yang sangat ingin dicapai oleh pemerintah melalui K 13.

Dalam 4 Kompetensi Inti (KI) yang disusun, kompetensi sikap berada pada KI 2 yang bunyinya Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

Ada 2 sikap yang menarik untuk dibahas yang sikap tersebut berada di tujuan pendidikan nasional dan KI 2 sikap yang ingin dicapai, yaitu sikap tanggung jawab.

Advertisement

Mengapa sikap tanggung jawab menjadi sikap penting yang ingin dicapai? Menurut Thomas Lickona tanggung jawab merupakan perpanjangan dari penghargaan terhadap manusia.

Jika kita menghargai orang lain, kita menganggapnya bernilai dan bertanggung jawab terhadap apapun yang dipercayakan oleh manusia. Dia juga menganggap tanggung jawab penting karena berkaitan dengan 3 ranah kehidupan, yaitu tanggung jawab kepada Tuhan, manusia, dan lingkungan alam.

Arry Ginanjar pernah menuliskan tanggung jawab pada posisi 2 dalam 7 budi utama bangsa Indonesia. Indonesia Heritage Foundation (IHF) pernah menuliskan nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan menempatkan tanggung jawab posisi 1.

Begitu penting sikap tanggung jawab dalam kehidupan bangsa ini, mengingat kita sudah terlalu sering melihat sikap orang-orang yang tidak bertanggung jawab setiap harinya.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, peran siapakah untuk mebmbentuk sikap tanggung jawab ini? Pendidikan Indonesia secara tegas menjawab ini peran guru di sekolah. Melalui berbagai metode dalam belajar yang mampu mengembangkan sikap tanggung jawab.

Hanya itu? Tidak, ini juga menjadi tugas orang tua ketika ada dirumah dalam membentuk sikap tanggung jawab. Ya betul membentuk, bukan mengembangkan seperti yang dilakukan guru. Orang tua menjadi manusia pertama dalam membentuk sikap tanggung jawab. Karena pada dasarnya sikap bergantung pada bagaimana ia dibentuk dalam kehidupan sehari-harinya.

Selamat mengembangkan sikap tanggung jawab wahai para orang tua bersama-sama dengan guru yang ada di sekolah. Melalui berbagai kegiatan mudah yang bisa dilakukan di rumah kepada anak-anak.