Semua berlalu brgitu saja di balik khayalku, kenangan indah ku dulu saat brdua denganmu. Terlintas dalam pikiranku saat pertama kali kita bertemu, kau yang begitu tampak manis dengan balutan baju warna merah yang aku pernah tau itu adalah baju kesukaanmu, matamu yang tajam seolah – olah menandakan bahwa kau ingin menyapaku, awal pertemuan yang indah dengan rintik hujan dan udara yang begitu dingin dan seolah – olah senyumanmu menghangatkan ku.

Aku tidak percaya semuanya berlalu begitu cepat, entah ini hanya kebohongan yang kau inginkan atau bukan, tetapi tetap saja bagiku semuanya terasa sakit, baru beberapa bulan menjalin hubungan denganku, tiba saat kau bilang bahwa kau sudah bertunangan dan menunjukan cicin kepadaku, ini tampak seperti mimpi buruk yang hampir setiap malam aku rasakan, aku merasa ingin bangun dari mimpi ini tapi aku tahu ini bukan mimpi tapi ini nyata, rasanya seperti berdiri di atas gedung dan kemudian dilempar jatuh kebawah.

Aku selalu menceritakan hal baik mu kepada sahabatku, tapi sekarang aku tidak tahu lagi apa yang ingin ku bicarakan dan mungkin sahabatku aka mengkasihani aku. Aku selalu berfikir bahwa aku hanyalah pelampiasanmu saja saat kau bosan dengannya, tidakah kau berfikir bahwa keegoisanmu menyakiti ku dan menyakiti tunanganmu itu, kita ini wanita yang sama sekali tidak mau di duakan dan dinomor duakan, tidak pernah terlintas dalam benaku bahwa kau adalah laki – laki yang seperti ini, yang tega memainkan persaan wanita.

Aku terpuruk sangat terpuruk, saat aku sedang jatuh cinta – jatuh cintanya denganmu kau tega mengatakan hal yang menyakitkan itu, beberapa hari berlalu dan aku berusaha untuk mau menerima kenyatan bahwa memang kau bukan milikku, dan saat kau berjanji padaku bahwa kamu tidak akan memajang foto tunanganmu dalam sosil media manapun, tapi baru beberapa hari kau berjanji nyatanya kau pasang foto mesra kalian berdua, ini sakit sekali!!!!!! bodohnya aku yang masih bisa mempercayai omonganmu dan bodohnya aku masih terus berdo'a kepada Tuhan untuk menjadikanmu miliku seutuhnya, aku tampak seperti boneka barbie yang bisa dimainkan sesukanya.

Aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya, aku mulai berdo'a kepada Tuhan untuk menjauhkanmu dari kehidupanku untuk selamanya, aku tidak ingin lagi mengenal mu, tidak ingin lagi bertemu dengan mu dan aku benci karna pernah mencintaimu terlalu dalam yang membuat ku merasakan seperti boneka. Aku melampiaskan semuanya dalam merubah penampilanku dan aku akan berusah semampuku untuk pergi dan move on darimu. Terimakasih telah menyajungku kemudian menjatuhkan ku.