Ketika kepercayaanku disalah artikan, sakit rasanya. Kemudian kau hadir menyiapkan pundak untuk ku bersandar, mengusap air mata, dan memberi bahagia. Enam tahun lalu kami berjuang bersama dari mahasiswa tingkat awal hingga menjadi sarjana. Banyak yang kami lakukan bersama. Kami menjadi partner kuliah, partner sedih dan partner bahagia. Aku selalu setia menunggumu pulang dari rantau dengan senang hati dan kembali melepasmu dengan berat hati.

Enam taun kau menggenggam tanganku erat. Banyak masalah yang kita hadapi dari masalah terkecil sampai masalah terbesar dan kami sanggup hadapi bersama. Kau selalu menggambarkan senyum bahagia disetiap detik bersamaku. Tak ada tanda sedikitpun kau menyimpan rasa tidak bahagia, karena kau hanya memberiku senyum dan tawa. Hingga masalah datang menyambar, ku pikir masalah yang tidak besar karena kami telah melewati masalah yang lebih besar dari ini dan kami berhasil.

Entah apa yang kau rasakan, hingga kau memutuskan untuk berpisah. Rencana yang disusun sangat rapi, menikah, tempat tinngal setelah menikah, semuanya hilang. Kau lebih memilih mundur. Aku hancur. Aku tidak terima. Aku jemput cintaku hingga ke kota asalnya, itupun tidak berhasil. Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi karena aku seperti kehilangan cintaku yang dulu. Kau memendam rasa kecewa yang selama enam taun bersarang di hati. Aku tidak pernah merasa sedikitpun karena yang ku tau kau selalu bahagia disaat bersamaku.

Aku seperti kehilangan setengah dari hidupku. Aku selalu bercerita apapun yang aku rasakan. Banyak yang ingin aku bagi bersama tapi sekarang tidak bisa lagi. Aku harus bercerita kepada siapa?. Kasih, redamlah amarahmu. Usaplah sedikit rasa kecewamu. Lihat aku yang selalu merindukanmu. Aku yang selalu mencintaimu dari enam taun yang lalu hingga sekarang, tak ada yang berubah sedikitpun. Kini, aku hanya berdoa kepada Tuhan agar membuka sedikit hatimu. Maafkan segala yang telah aku lakukan, yang selalu menjadi trouble maker. Tak ada lagi yang bisa ku lakukan selain mencintaimu dalam diam, memelukmu dalam doa dan menunggu campur tangan Tuhan.