Selepas wajib belajar 12 tahun, banyak yang merasa bimbang akan kemana mereka nanti. Memulai karir dengan bekerja kah? Atau melanjutkan pendidikan untuk menjadi sarjana? Aku yakin pilihan menikah setelah lulus SMA/K sudah bukan pilihan mayoritas masyarakat Indonesia lagi karena sudah banyak yang paham semakin maju kehidupan, semakin keras pula perjuangan.

Setelah tegas memutuskan pilihan antara kerja dan kuliah, tak sedikit pula pilihan kembali menyapa. Tamparan kehidupan pun mulai beraksi. Ada yang semula merasa bangga sudah bekerja, akhirnya merasakan pahit dan sulitnya mencari uang. Tak sedikit pula yang merasa tak cocok dengan tempat kerjanya.

Ada pula yang semula bangga dengan jaket almamater serta jurusan kuliah yang dipilihnya, kini merasa ragu dan tak nyaman untuk melanjutkan. Beberapa dari mereka pun mulai kebingungan, harus lanjutkah meski setengah hati atau sudahi disini saja?

Lagi-lagi mereka harus memilih. Banyak pertimbangan yang harus mereka hadapi untuk mengambil keputusan selanjutnya. Sholat istikharah pun kembali menemani malam mereka. Meminta saran dari orang-orang terdekat dan beberapa dari mereka mulai sedikit melihat pencerahan serta mulai bertanya-tanya.

Kehidupan seperti apa yang ingin kurasakan di masa depan nanti?

Advertisement

Karena akhirnya kamu akan sadar, mimpi saja tak akan pernah cukup. Siapa pun tau bahwa mimpi tanpa usaha dan pengorbanan, hanya akan terus menjadi mimpi yang tidak akan pernah menjadi nyata. Meski langkah awalmu berat, meski sulit, meski perjalanan panjang bagaikan melewati lembah beracun, meski kamu harus tertatih. Kedepannya, kamu akan tau langkah seperti apa yang harus kamu ambil sebagai seseorang yang mulai beranjak dewasa.

Lalu, di saat kau sudah yakin akan keputusanmu, seakan Tuhan ingin melihat keteguhanmu, begitu banyak orang yang mencibir, merendahkanmu serta memandangmu sebelah mata.

Bahkan bisa jadi orang tuamu sendiri yang turut meragukan keputusanmu.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Just chin up! Yakinkan pada mereka yang menertawakanmu bahwa sampai kapan pun, hidupmu adalah hidupmu. Abaikan mereka, karena hidupmu, kamu yang menjalani, kamu yang menikmati, kamu pula yang merasakan tatihnya.

Dengan begitu, kamu akan percaya akan setiap langkah yang kamu ambil. Karena orang dewasa paham akan komitmen dalam setiap keputusan yang mereka ambil beserta konsekuensi apa saja yang kelak akan mereka terima.