Kasih yang selalu terjaga dalam gemuruh ombak yang menyapa. Itulah ia, sosok setegar karang yang terhempas oleh pasang surutnya ombak. Waktu demi waktu ia lalui dengan menghadap teriknya matahari dan dinginnya malam. Tetap pada posisi yang sama. Terkadang ia mengeluh karena tak bisa bebas seperti burung-burung yang beterbangan kesana kemari, tak bisa merasakan kehangatan bersama keluarga tercinta, dan tak bisa merasakan tulusnya cinta.

Segerombolan pasir datang menyerbunya. Tak lain hanya untuk menyapa dan bersenda gurau dengannya. Terjadilah perbincangan hangat antara si karang dan si pasir di tepi pantai yang tidak terlalu ramai oleh wisatawan. Senyum sumringah si pasir membuat si karang merasa tak sendirian lagi. Inilah singkat cerita pembicaraan mereka:

Si Pasir bercerita tentang keluh kesahnya dihempas oleh angin dan mengikuti jejak hembusan angin. Ia merasa capek sekali, tak kuat lagi bertahan di sini. Belum lagi ketika ia diinjak oleh kaki-kaki manusia yang tak berperasaan dan dibuat istana boneka oleh mereka. Dibentuk sesuka mereka dan dibuang lagi ketika mereka sudah melampiaskan ambisi mereka. Oh Karang, betapa tak bergunanya aku! Dimanfaatkan jika mereka membutuhkanku kemudian mereka membuang dan menginjakku kembali. Apa yang harus aku lakukan, Karang?

Dengan bijaksana si Karang pun mulai menerka dan menjawab pertanyaan segerombolan pasir dengan bijaksana. Kau hanya perlu bersabar dan ikhlas. Bukalah sedikit pandanganmu dari apa yang sedang kau lihat sekarang. Jangan melihat hanya dari satu sisi pandangan tapi lihatlah dari sisi yang lain disekitarmu. Anggap saja ketika kau dibawa angin ke ujung pantai, kau seperti sedang berlibur menikmati betapa besarnya pantai ini dan menikmati keindahan yang berbeda dari apa yang kau lihat sekarang. Kau sungguh beruntung bisa berkomunikasi baik dan berteman dengan makhluk hidup di bumi. Kau sangat dibutuhkan oleh mereka. Sedangkan aku, aku hanya seonggok bongkahan jelek yang berada di tepi pantai. Bentukku tak karuan dan jika tersentuh oleh tangan manusia pasti ia akan terluka.

Nikmatilah apa yang bisa kau rasakan sekarang, jangan beranggapan kau sendiri atau kau dimanfaatkan karena ada gunanya. Tidak, bukan itu sebenarnya. Kau hanya perlu menutup kekurangan itu dengan suatu kerelaan dan keikhlasan. Karena itulah cara mereka bisa mencintaimu. Tetap menganggapmu selalu ada.