Kita tidak bisa menyalahkan perasaan begitu saja. Bahkan kita sama sekali tidak bisa menyalahkan perasaan. Perasaan nyaman, kesal, marah, sedih, dan bahagia sekalipun. Kita tak pernah tahu tentang perubahan perasaan itu terhadap diri kita.

Ada yang bertahun-tahun menjaga perasaannya dengan seseorang yang dianggap ialah orang terakhir dalam hidupnya. Ah, namun siapa yang tahu bahwa ada perasaan yang lebih penting dari itu? Perasaan itu hilang, sakit, lalu tergantikan dengan perasaan-perasaan baru lainnya.

Orang yang baru datang, perasaan baru pun tumbuh. Dibiarkanlah perasaan itu, dinikmati semua proses dan ceritanya, dan sampai akhirnya pada kebanyakan lini hidup, perasaan itu tetap berubah, hilang, dan tergantikan kembali dengan perasaan baru yang lainnya.

Tugas kita adalah tidak perlu menunggu perasaan lama mati lalu perasaan baru tumbuh. Tidak perlu! Cukup bagi kita hanya menjadi seorang pemain yang terbaik atas semua perasaan-perasaan itu. Bersyukur memiliki atas perasaan-perasaan itu, dan mengikuti alur prosesnya; yang semoga semua baik-baik saja meski sepedih apapun berakhirnya perasan tersebut.

Karena pada hakikatnya, kita tak pernah menanamkan apa-apa, dan tidak pernah kehilangan apa-apa.

Advertisement

Nikmatilah semua proses itu. Jika cerita itu berakhir; bahkan dengan sangat menyakitkan, anggap saja semua bukan yang terbaik untuk kita. Yang terbaik akan segera datang, dan tugas kita hanya menunggunya dengan sabar disertai rasa sukarela.

Jadi, tetaplah semangat! Buang semua pikiran buruk hasil bergelut dengan masa lalu. Ada langit cerah yang selalu siap menyapamu jika kamu membuka hati 🙂