Kalimat itu sudah sering ku dengar sejak aku masih kecil, namun aku baru memahaminya akhir-akhir ini.

Selama ini, kalimat itu hanya lewat begitu saja di telinga tanpa pernah aku pahami maknanya. Sekarang setelah aku mengalami, baru aku mengerti betapa dalamnya makna dari kalimat “mencintai tak selamanya harus memiliki”. Ya, sebuah kalimat sederhana dengan makna yang sangat dalam bagiku.

Selama hidupku, aku sudah beberapa kali menyukai seseorang. Pertama kalinya aku menyukai seseorang adalah saat duduk di bangku SMP kelas 2. Namun anehnya, aku baru bisa memahami makna kalimat tersebut akhir-akhir ini di saat aku menyukai seseorang yang ku kenal satu tahun yang lalu. Suatu hal yang tidak pernah ku duga akan terjadi sebelumnya.

Saat ini aku sedang menyukai seseorang. Uniknya adalah orang ini sangat berbeda dengan orang-orang yang pernah ku sukai sebelumnya. Dia berbeda dunia denganku. Perbedaan usia di antara kami cukup jauh. Dia bukan tipeku sama sekali. Tak pernah terbayang sekalipun kalau aku akan menyukainya. Tapi kenyataan berkata lain. Aku pun harus mengakui kalau aku menyukainya.

Saat pertama aku sadar bahwa aku menyukainya, seperti kebanyakan orang, aku berharap bisa bersama dengannya. Aku ingin memilikinya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal telah terjadi yang membuat aku berpikir kalau menyukai atau mencintai seseorang tidak berarti harus selalu memiliki. Kadang aku merasa bahwa aku terlalu egois jika memaksa harus bisa memilikinya. Belum tentu dia akan bahagia jika bersama denganku dan belum tentu dia punya perasaan yang sama terhadapku.

Advertisement

Berangkat dari kenyataan itu, aku mulai berpikir bahwa cara terbaik untuk mencintai adalah dengan bagaimana membantu dia supaya dia bisa bahagia atau improve jadi pribadi yang lebih baik karena aku menyayanginya. Menurutku, itu yang lebih penting dibanding sekedar keinginan untuk bersama. Selama aku bisa berbuat sesuatu untuk membantu dia, membuat dia bahagia atau supaya dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik, aku sudah menjadi wanita yang paling bahagia.

Aku senang melakukan semuanya itu. Bahagia buatku adalah sesederhana melihat orang yang aku cintai tersenyum lepas dan dapat meraih cita-citanya.

Tidak peduli responmu padaku dan tidak peduli bagaimana perasaanmu padaku; aku tetap akan menyukaimu. Aku tetap akan mencintaimu. Selama aku bisa melihatmu bahagia dan menjadi pribadi yang lebih baik, aku sudah bisa merasa lega walaupun kamu tidak menyimpan perasaan yang sama terhadapku. Suatu saat jika kamu sudah menemukan wanita yang layak untuk mendampingimu, aku akan dengan lega berkata pada diriku kalau aku menyerahkanmu padanya dengan sepenuh hati. Dan ingatlah kalau kamu akan selalu menjadi salah satu bagian indah yang mewarnai hidupku.

“Kamu bisa menghalangiku untuk melakukan sesuatu bagimu, namun kamu tidak bisa menghalangiku untuk mencintaimu.”