Dia yang kamu sayangi, mematahkan hatimu. Dia yang kamu percaya akan selalu menjagamu, akhirnya membiarkanmu pergi. Dia orang yang tidak paling kamu inginkan untuk menyakitimu, justru membuatmu menangis hingga tak bersuara. Dia di sana sudah kembali tersenyum bahagia dengan kekasih barunya, sementara di sini hatimu sedang tersiksa dan sedang hancur-hancurnya. Tak tau lagi harus bagaimana dengan hidupmu.

kamu yang lemah, atau dia yang tidak punya hati?

Kamu masih belum sanggup untuk sekedar berpapasan dengannya

Kamu masih belum sanggup untuk sekedar menyapa atau tersenyum kepadanya

Kamu masih belum sanggup mendengar suaranya

Advertisement

Masih belum sanggup mendengar namanya disebut, karena kamu terlalu hancur.

Hati dan pikiranmu mendadak tidak sinkron. Dia yang masih berkelebatan di pikiran, namun hati menolak sekuat tenaga.

Dia terlalu banyak memberikan memori indah dalam duniamu, sedikit banyak merubah hidupmu menjadi lebih bahagia. Sulit untuk mengeluarkan dia dari hati dan pikiran. Kamu merasa lemah, sangat lemah. Sehingga kamu lupa, bahwa kamu bisa hidup tanpa dia (yang telah menyakiti).

Namun percayalah sakit hati ini hanya sementara. Tak perlu kamu renungkan terlalu lama. Tak apa menangis jika itu membuatmu lega. Tetapi berusahalah untuk bangkit meskipun sulit. Sabarlah sedikit lagi. Kamu akan menemukan kebahagiaan setelah melalui badai ini. Jangan biarkan senyum indah hilang dari wajahmu, karena dia yang telah menyakitimu saja bisa tersenyum kembali, mengapa kamu tidak? Believe me, It takes some time, but eventually the wound will heal itself.

you never know how strong you are, until being strong is your only choice – Bob Marley