Sebelum memutuskan menikah, ada tahapan yang harus kita lewati yaitu mengenal pasangan kita lebih dalam,tentang gaya hidupnya, sifatnya, karakternya, dan penghasilannya.

Tentang gaya hidupnya yang mewah, biasa-biasa saja atau lebih sederhana, kita harus tahu harus mengenal sanggupkah kita menerimanya dengan gaya hidup kita? Cocokkah dengan sifat kita? Namun di dunia ini Tuhan itu adil, kita akan bertemu dengan orang yang berbeda jauh dengan sifat dan karakter kita itulah cara Tuhan satukan kita. Dengan berbeda maka kita menjadi erat satu sama lain saling melengkapi saling menerima.

Sebelum melangkah ke jenjang berikutnya ada hal yang perlu kita bicarakan dengan pasangan kita, tentang kehidupan kita, tentang rencana kita, tentang keluarga kita, tentang impian kita, tentang masa depan dan harapan-harapan kita. Berandai andailah sebelum pernikahan "bagaimana jika keluargamu tak suka denganku?" Bagaimana cara kita mengatasinya?

Bagaimana kita mengatur keuangan kita? Bagaimana kita mendidik anak-anak kita nantinya? Bagaimana kita mengatasi kemarahan kita? Masikah kita seperti sekarang seperti kita pacaran? Banyak hal yang akan kita bicarakan pada pasangan kita bukan? Ini akan menjadi hal penting sebelum kita melangkah setelah kita menerima segala karakternya dalam hidup kita.

Dan saat-saat kita mengenalnya kita akan tahu caranya berhadapan dengan pasangan kita, ketika amarahnya datang kita harus bagaimana mengatasinya.

Advertisement

Ketika mood-nya sedang tak baik layaknya cuaca kita akan tahu menghadapinya. Ketika badai hubungan kita menerpa kita sudah siap dengan layar yang lebar maka perahu kita tidak akan cepat terbalik. Begitupun dengan keluarganya kita tahu cara betata krama.

Pernikahan bukan tentang kamu dan dia saja, tetapi ada keluarga besarnya ada orang tua serta adik/ kakaknya. Kita harus siap dengan banyaknya mulut/ tangan/ kaki yang datang dalam hidup kita dengan pasangan kita. Saling menghormati, saling menghargai selalu ada dalam kamus kehidupan pernikahan.

Pernikahan bukan ajang perlombaan, saling menjatuhkan atau saling menonjolkan kehidupan pernikahan atau pasangan kita, tapi sebuah menara tuk kita bangun bersama-sama menjadi istana bagi kehidupan pernikahan kita. Di dalamnya ada kebahagian, kesatuan, kesejahteraan, dan keharmonisan. Suka duka menjadi tantangan tuk menjadi pernikahan yang langgeng

Pernikahan kata yang sederhana dengan makna yang luar biasa saat kita mulai memasukinya akan ada kebahagian, namun akan ada saatnya kesedihan, ada tawa namun juga ada tangis. Kita akan tahu bagaimana cara mengatasinya karena kita sudah mengenal pasangan kita lebih dalam, kita telah melewati masa-masa pacaran, kita telah bersama-sama tuk saling memaklumi pasangan kita.

Kita telah bersatu karena campur tangan Tuhan, memulainya karena Tuhan, menjalaninya bersama Tuhan, dan berakhir juga karena Tuhan dan ajal yang memisahkan.