Entah.
Entah seberapa besar namamu di hati ini.
Entah seberapa dalam namamu di hati ini
Entah seberapa erat namamu di hati ini
Entah seberapa dalam Goresan namamu yang kau ukir di hati ini
Yang aku tau namamu selalu dalam fikiranku.
Yang aku tau namamu masih kusebut dalam do'a ku.
Yang aku tau namamu masih ada di hati ini.
Mengapa dulu kamu ukir terlalu dalam namamu di hati ini?
Jika ternyata aku harus melupakanmu,
kamu tau tidak bahwa melupakan mu itu lebih sulit dibanding aku harus jatuh cinta padamu.

Entahlah.

Jujur, aku senang jika aku melihatmu bahagia walau pun bukan bersamaku.
Tapi jujur aku juga sedih, karena bahagiamu bukan bersamaku, tapi bersama orang lain.

Wahai Cinta, do'aku masih selalu bersamamu.
Namamu masih selalu kusebut dalam do'aku.
Namamu masih selalu kucurahkan dalam ikhtiarku.

Wahai Cinta, mengapa rasa ini masih ada?
Wahai Cinta, aku masih menunggumu.
Sampai nanti Tuhan yang bilang kepadaku jika engkau bukan untukku.
Atau sampai nanti ketika Tuhan mengembalikan kita kembali.
Sampai tuhan mempertemukan aku, kamu menjadi kita.

Advertisement

Aku ingin selalu menjadi yang teristimewa bagimu.