Orang bilang dalam hidup itu ada yang namanya pilihan, itu memang tak salah tapi juga tak selalu benar. mungkin sebagian dari meraka memang punya pilihan lain dalam hidup, bahkan seperti sebuah soal dalam UTS ada pilihan A,B,C,D bahkan E. Itu bukan keberuntungan yang aku dapatkan kali ini. Aku berada dalam satu situasi dimana aku memang harus menerima dan menjalaninya,karena itu tadi pilihan ku tak lebih dari satu. Aku hanya bisa mendengar bising suara mesin pesawat itu terus melihat lajunya yang semakin meninggi dan pergi menjauh, kembali lagi pada status sebelumnya 'LDR'.

Aku percaya akan takdir dan inilah takdirku, cintaku pergi lagi. Aku tak mengapa, biarkan rindu ini tersimpan disudut kota karang. aku tak boleh egois hingga cinta terlihat terlalu emosional, cinta juga tak harus selalu bersama karena cinta juga punya cita. Aku tau cintaku tak kemana-mana, cintaku hanya pergi mengapai citanya. Mungkin harapan dan angan yang ia gantungkan terlalu tinggi, hingga laju pesawatlah yang mampu membawanya terbang tinggi untuk pergi mengapai citanya diseberang sana.

Gunung-gunung itu menghambat jarak pandangku, tapi aku juga tak bisa memaksakan korneaku untuk melihat menembus bentangan lautan. memang tak ada pilihan lain, aku hanya perlu memainkan peran dari skenario yang sudah dituliskan oleh sang penulis skenario terbaik. Aku harus bisa jadi pendukung terbaik dari kejauhan, meski aku tau yang paling terbaik adalah rangkaian kata penuh berserah dalam sujud dari seorang wanita pada Tuhannya untuk sang anak(doa ibunya). Aku tak bisa menandingi hal itu. Rinduku hanyalah sebutir embun yang menumpang didedaunan pada pagi hari, tetapi rindu ibunya bagaikan hujan yang memberitahu bahwa langit sedang menangis.

Aku tak boleh membiarkan egoisku merajalela hingga rindu ini menghambat cintaku menggapai citanya, seorang wanita hebat yang jelas-jelas hidup lebih lama bersamanya saja mampu melepas lelaki kecilnya dulu yang kini telah dewasa itu untuk pergi jauh menggapai citanya. Lalu mengapa aku yang baru lebih dari setahun mendekati anaknya jadi portal penghalang jalannya, aku tak boleh seperti itu. Karena aku percaya akan takdir maka aku juga harus belajar ikhlas, jika skenario selanjutnya aku dipercayai untuk memaikan peran bersamanya itulah takdirku dan jika pun tidak itu jugalah takdir.

Aku hanya perlu belajar lebih keras untuk menikmati waktu, waktu terus berputar kok akan ada saat dimana pertemuan itu kembali terlajin. Rindu, ku biarkan rasa itu selalu ada agar aku selalu ingat ada sosok dari kejauhan yang aku rindukan dan cintaku kutitipkan perjalananmu padanya dalam doa. Biarlah jarak ini menjadi penguat dimana rindu selalu ada untuk bertemu dan biarlah cinta ini tetap ada sebagai pendukungmu menggapai citamu.