Hmmm…sore ini, seperti biasa, hujan kembali membasahi kotaku. Entah kenapa setiap kali hujan turun, sebuah cerita kenangan selalu saja muncul. Apapun cerita itu, tapi yang jelas sangat menyenangkan ketika kau memanjakan diri dengan melamun dikala hujan turun. Semua angan itu pasti akan muncul dengan liarnya bersamaan dengan lamunan dikala hujan. Dan benar saja, sore ini, hujan dan sekelebat cerita muncul kembali. Sebuah cerita cinta yang benar – benar nyata, tanpa drama dan bumbu – bumbu ala sinetron atau drama korea.hehehehe.

Bukan cerita saya sih sebenarnya, ini kisah cinta kakek nenek saya ketika mereka masih muda. Jadi, mari kita ke dunia kakek dan nenek saya saat muda. Kakek saya dulu adalah seorang pejuang yang tegas namun tetap lemah lembut, beliau adalah seorang polisi, sedangkan nenek saya adalah seorang wanita lemah lembut yang bekerja sebagai guru sekolah tingkat TK pada jamannya. Jaman dulu sangatlah berbeda dengan sekarang, apalagi urusan kesejahteraan dan keamanan. Bagi kakek saya, beliau pastinya mempunyai resiko pekerjaan yang lebih tinggi, apalagi beliau adalah seorang aparat keamanan sekaligus pejuang bangsa.

Namun sepertinya segala perasaan lelah dan letih karena tugas negara yang beliau emban tidak terlalu terasa berat ketika ada seorang wanita yang lemah lembut dan penuh kesabaran yang selalu ada untuk beliau, ya wanita itu adalah nenek. Sepertinya benar kata orang, dibalik lelaki yang hebat pasti selalu ada wanita yang lebih hebat. Nenek saya selalu mendukung apa yang kakek saya lakukan, begitu juga sebaliknya.

Mereka belum menikah pada saat itu, masih berpacaran. Semua masih mereka jalani bersama dengan di iringi merdunya buaian cinta dan kasih. Tapi semua terkadang tidak berjalan seperti yang diharapkan. Ya, manusia memang hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menetukan jalan cerita hidup manusia. Semua cerita cinta yang terbina harus kandas di tengah jalan. Karena beberapa hal, mereka akhirnya harus berpisah, meninggalkan semua mimpi untuk bersama yang pernah mereka impikan ke dalam sebuah kotak yang berisi penuh kenangan indah akan cinta. Hmmm, sepertinya bumbu-bumbu patah hati memang tidak bisa lepas dari sebuah cerita cinta, saya jadi ingat satu kalimat "Terkadang sebuah perpisahan itu bukanlah hal yang terburuk, mungkin itu adalah awal dari sebuah cerita indah."

Terkadang sebuah perpisahan itu bukanlah hal yang terburuk, mungkin itu adalah awal dari sebuah cerita indah.

Advertisement

Ahhhh,,, mungkin cerita ini akan sedikit lebih panjang. Ya, sembari mengingat alur cerita itu, saya juga menikmati alunan merdu rintik hujan di temani secangkir coklat panas. Dinginnya hujan tertutupi oleh secangkir panas yang sudah tersedia di meja, ahh, mungkin akan lebih romantis kalau ditambah dengan alunan lagu. Oke, saya putar satu lagu dari payung teduh – untuk perempuan yang sedang dalam pelukan. Angan saya pun kembali kecerita dulu antara kakek dan nenek saya. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, kisah cinta mereka terpaksa harus terhenti. Pada akhirnya semua memang benar-benar harus berhenti, nenek harus menikah dengan pria lain pilihan orangtua, sedangkan kakek saya pun pada akhirnya juga menikah setelah beliau berhasil mengobati luka kecewanya.

Semua berjalan normal, dengan kehidupan mereka masing – masing. Kakek saya dengan keluarga kecilnya, bagitupun dengan nenek saya. Tapi sekali lagi, manusia benar benar tidak tahu rahasia Tuhan. Sekali lagi tuhan memberikan cobaan untuk kakek, beliau harus ditinggal oleh pendamping hidupnya untuk selamanya. Tidak mudah bagi seorang laki – laki menjalani hidup tanpa pendamping. Semua harus beliau jalani sendiri termasuk mengurus buah hati.

Namun sekali lagi Tuhan punya cara tersendiri untuk mempertemukan manusia dengan kebahagiaan dan cinta sejatinya. Ya, kakek saya pun bertemu kembali dengan wanita yang pernah mengisi hatinya, nenek saya. Tak berbeda dengan kakek saya, nenek saya pun telah ditinggal selamanya oleh suami beliau yang terdahulu. Dan pada akhirnya, kisah yang dulu pernah ada muncul kembali dalam sebuah ikatan cinta yang membawa kebahagiaan hingga mereka menjajaki usia senja dan menikmatinya bersama anak, cucu tercinta mereka.

Yap, selesai sudah ceritanya. Terkadang saya merasa geli dengan cerita seperti ini, geli yang membuat perasaan bahagia muncul dan percaya bahwa tuhan itu pasti akan selalu memberikan cerita yang indah kepada hambanya yang mampu untuk ikhlas dan sabar serta yakin akan ketentuanNya. Tak terasa coklat panas yang sedari tadi menemani saya sudah habis, hujanpun juga begitu, sudah reda dan meninggalkan bau tanah basah yang sangat khas.

"Tak terasa gelap pun jatuh Diujung malam menuju pagi yang dingin

Hanya ada sedikit bintang malam ini Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Lalu mataku merasa malu Semakin dalam ia malu kali ini

Kadang juga ia takut Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya

Di malam hari menuju bagi, sedikit cemas, banyak rindunya…" – Payung Teduh