Kita mengawalinya dengan cara yang unik dan sederhana. Tak perlu sesak nafas dan jantung berdebar hebat. Tak perlu menggunakan susunan kalimat indah seperti penyair untuk mengungkapkan ” aku sayang kalian”. Hal konyol dan gilapun bisa menunjukannya betapa kalian berharga.

Kita melaluinya dengan cara yang asik, seru kadang buat haru. Ejekan yang keluar dari kalian itu terdengar indah di bandingkan pujian kalian. Bahkan sering kali kita memulainya dengan olokan tak berperikemanusian. Selalu ada yang aneh saat tiba-tiba di antara kalian diam.

Ini kenyataan bukan dalam dongeng wajar jika kita pernah berselisih, salah paham dan berbeda pendapat. Pernah kita tak saling bicara. Saling menghindar karena salah paham. Bukan hanya salahmu saja yang tak mengerti apa yang aku mau, karena aku tak pernah secara terbuka mengatakan yang aku inginkan.

Tapi diam kita membuat kita merenung panjang dan memperbaiki diri. Diantara kita selalu saja di akhiri dengan drama melankolis seperti dalam sinetron usai berselisih.

Apa yang kau suka belum tentu ku sukai. Tapi kita tak pernah ambil pusing soal itu semua. Kita selalu bodoh amat dengan hal kecil karena ada yang lebih penting dari perbedaan yang kita miliki.

Advertisement

Bukan kita yang selalu ada di samping, bukan aku yang ada saat kau butuhkan atau sebaliknya. Tapi ia yang siap menyemangatimu saat kau benar-benar jatuh. Saat ia memberi solusi dalam masalahmu dengan pemikiran yang jernih. Saat ia tak akan merasa terganggu saat kau datang. Saat ia tak pernah merasa kau tinggalkan saat kau tak ada.

Bukan mereka yang kepo tentang masalahmu atau sekedar penasaran semata. Tapi ia yang bijak mengerti keadaanmu tanpa bertanya panjang lebar. Ia yang mencoba memahami setiap katamu yang sedang kau keluhkan dengan bijaksana. Ia yang selalu mengingatkanmu dalam kebaikan.

Bukan mereka yang mengiming-imingmu keindahan dunia. Tapi ia yang mengajakmu berpetualang dalam kejamnya dunia dan tak menakutimu dengan rintangannya. Sering mengajakmu berlari tapi tak pernah lupa memegangmu agar tak jatuh

Walau tak pernah sekalipun memuji kemampuanmu. Tapi bukan orang yang suka membeberkan kekuranganmu. Rahasiamu selalu aman. Karena akan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Semarah-marahnya ia AIBmu tetaplah pertimbangan paling penting. Ia tak akan pernah mengatakan pada orang lain. Karena dirimu bagian dari hidupnya.

Semua itu tentang kalian sahabat, yang menyenangkan dan anugrah terindah yang Tuhan berikan dalam hidupku. Tentang kalian yang unik, asik dan sering bikin haru. Jika tak ada kalian mungkin hidupku akan datar dan tak berwarna. Karena tak akan ada drama seperti dalam sinetron, atau tak pernah ku dengar kisah cinta roman picisan yang menarik.

Dengan kalian yang konyol hampir tergolong barisan orang aneh. Aku belajar banyak hal. Tentang kasih sayang yang sesungguhnya, Keikhlasan dan Kesabaran, Kesetiaan dan Pengendalian emosi yang baik.

Karena kalian yang gila. Ada banyak hal yang bisa kita tertawakan. ada banyak canda yang menyenangkan. Ada mimpi yang tak masuk akal tercipta. Ada imajinasi yang berkembang liar. Ada HARAPAN yang selalu kita percaya. Ada masa depan yang indah.

Terima kasih tak pernah terlalu dalam melukai tapi menciptakan kenangan yang luar biasa. Terima kasih tak pernah benar-benar pergi dan selalu menemani walau jauh. Terima kasih dukungan tiada batasnya. Terima kasih atas semua hal yang pernah ada. terima kasih kasih sayangnya. aku menyayangi kalian