Hai, sahabatku,

bagaimana kabarmu? Apakah dirimu masih mengenaliku?

Sepenggal kata yang bisa kusampaikan akan turut kusertakan dengan doa restuku karena kau telah menemukan seseorang yang akan mendampingimu hingga akhir hayat.

Masa sekolah adalah masa yang paling kurindukan termasuk saat kita berjuang bersama, mungkin aku tak mudah memahamimu hingga saat ini,

tapi yang kutahu pasti sebuah perjuangan itu adalah berkat kita dahulu bebas menjalani segalanya dengan baik. Kita bersekolah, menata ilmu hingga menemukan sosok yang berharga di hidup kita dan tujuan selanjutnya merangkai keluarga.

Kau yang kukenal kini masihkah tetap sama? Atau sudah lupa apa yang pernah kita perjuangkan dahulu?

Advertisement

Aku ingat saat kau menangis, terjatuh di bahuku, dan menyesali apa yang orang kau inginkan ternyata menyakitimu,

Kumohon janganlah terulang, sakit itu biarlah lalu yang rasakan, kini biarlah kebahagiaan itu kau renggut selamanya.

Masih ingatkah saat kau tak mampu mengerjakan persoalan fisika yang akhirnya kau dengan tersipu malu meminta bantuanku?

Aku dengan ikhlas membantu setiap persoalan fisika yang menjadi momok terbesar dalam hidupmu.

Aku di sini, masih setia memberikanmu bimbingan. Namun bisakah dia memberikanmu hal itu? Membimbingmu ke langkah yang lebih baik, menjadi iman yang bisa memenuhi persepsi di matamu dan juga anak-anakmu nanti.

Lalu ingatkah saat kau sakit dan tak hadir di sekolah, dengan khawatir aku terus memikirkanmu. Malam itu dengan hujan deras yang mengguyur sekujur tubuhku, aku mengetuk jendela kamarmu, menyodorkan semangkok bubur dan segelas teh hangat, aku tak tahu bagaimana rasanya makanan itu, kumasak terburu-buru karena tak ingin dirimu semakin pucat dan tak makan.

Aku ingin dia lakukan itu padamu, menjaga dan mengkhawatirkanmu jika nanti kau harus bekerja hingga malam.

Dan inilah hari tepat saatnya aku mengucapkan selamat atas kebahagiaan dan dunia baru yang akan kau tempuh. Aku mungkin hanyalah sebagian kecil dari hidupmu saat ini tapi ingatlah jangan pernah kau lupakan pesan-pesanku yang pernah kubagikan padamu. Entah suatu saat kau akan lupa padaku, tapi tidak dengan masa lalu.

Untukmu sahabatku.