Enam tahun ini bukannya aku tidak mencoba untuk bertahan

memaafkannya karena dia berjanji untuk berubah menjadi lebih baik

aku sudah mencoba untuk lebih bersabar tetapi ketika kesalahan

kecil mencuat, dia kembali seperti dulu, mana bukti dari janji yang pernah

dia ucapkan waktu itu ?

Advertisement

 

memang dia berubah…. sedikit…hanya sedikit…

Aku hanya diam ketika mengucapkan berbagai umpatan kasar padaku

di depan anak kami,  apa dia gila ? bagaimana dia bisa berkata seperti itu

di handapan anak kami ?

aku hanya menangis setelah dia memperlakukanku dengan kasar dan lagi-lagi dia melakukannya di depan anak kami ?

dia selalu mengungkit semua materi yang telah dia berikan pada anak kami,  lalu aku ini apa ? aku ini ibunya, perempuan yang melahirkan dia.

perempuan bodoh, tolol, tidak becus yang sering dia katakan di hadapan anak kami adalah aku, ibunya.

Aku memang sudah terbiasa disebut seperti itu, dia yang membuatku begitu sehingga aku hanya menikmatinya saja di dalam kepedihan.  aku bimbang selama ini karena aku tidak mau anak kami terkena imbas dari keputusanku yang egois.

Egoiskah aku ? ketika aku sudah tidak mampu lagi bertahan dan berpura-pura ? salahkah aku ? jika aku ingin mengakhiri semua ini ?  aku hanya ingin bahagia seutuhnya bersama anakku dan terlepas dari belenggu ini