Hai kamu, masih marah?

Bukan kali pertama hal ini menjadi penyebab kita bersitegang. Tapi entah mengapa aku tak pernah bosan untuk mempermasalahkannya. Dan sepertinya kau pun juga tak bosan untuk mengulanginya (lagi).

Sayang, aku lelah. Merasakah kau ini tak pantas lagi kita ributkan? Ya aku tau, aku yang marah. Dan kau penyebabnya. Kau anggap ini sepele. Jadi, jika ini sepele mengapa tak kaucoba untuk membalas pesanku?

Aku tak meminta materi, apalagi dibuatkan candi. Aku hanya ingin kau menemaniku mengobrol, mendengarkan cerita omong kosongku, atau mungkin umpatanku karena pekerjaan yang belum mampu aku selesaikan.

Aku tau, kau butuh ruang. Tapi aku butuh kamu.

Advertisement

Aku tak akan marah jika kau membalas pesan singkatku sambil kau melakukan sesuatu yang lain. Yang aku ingin adalah jangan lama-lama. Aku pun tak akan marah jika kau pergi bersama teman-temanmu, tapi jangan lupakan aku. Kabari aku. Tidak kah kau merasa istimewa? Aku merindukanmu walaupun satu detik setelah kita mengucapkan, “Sampai jumpa besok”

Kau bilang aku tidak dewasa. Apakah pengertian dewasa menurutmu berarti tidak berkabar pada pasangan? Jika iya, aku mengartikannya beda. Dua orang yang tidak saling berkabar adalah orang asing. Semakin dekat hubungan seseorang, intensitas komunikasi akan lebih sering, ku rasa.

Seberat itukah sayang? Seberat itukah membuka percakapan digital kita dan membalasnya? Tak menarik kah pembicaraan kita?

Bukan berarti status pacaran ini membenarkan mu untuk menghilang tiba-tiba, dan tentu saja datang lagi (tiba-tiba). Kau hanya boleh menghilang jika kau bukan siapa-siapa. Aku menghargai kegiatanmu. Tak akan jadi masalah jika kita tak berkomunikasi saat kau sedang mengerjakan sesuatu. Tapi aku mohon, berikan aku waktu luangmu.

Apa kau pikir, saat aku sudah tak menginginkan balasanmu itu pertanda hubungan kita membaik? Aku tak menjamin. Karena hal itu bisa terjadi karena beberapa penyebab. Entah aku semakin dewasa, atau aku sudah bosan dengan kamu dan mulai asik dengan orang baru.

Sayang, ayolah.

Aku benci memohon ini, tapi aku sedih. Saat sedang bersama teman-teman, masing-masing pasangan mereka bergiliran menelepon karena ingin diberi kabar. Tetapi handphone ku tak bergetar sama sekali. Tak lucu memang, kadang aku ingin pergi agar kau mencari. Agar kau tau rasanya menunggu kabar.

Aku percaya kamu. Aku tau kau tak akan bermain curang dibelakangku. Maka dari itu, tujuan permohonanku ini bukan karena aku takut kau akan mengkhianati ku. Tetapi karena aku terlalu mencintaimu dan ingin selalu berada dekat dengan kamu.