Tepat 24 tahun lalu seorang bayi laki-laki lahir di sebuah keluarga sederhana yang terletak di sebuah desa di kota Pahlawan. Bayi laki-laki itu tumbuh dan dibesarkan oleh ibunya di sebuah desa di kota bersinar. lingkungan dan kondisi keluarga yang brokenhome membangun watak perilakunya, hingga saat dia mulai dewasa, ia terombang-ambing tanpa tujuan, tanpa panutan dan pada akhirnya pria itu menjadi orang yang urakan, pendidikan berantakan, dan terjerumus menjadi anak jalanan. Begitu ceritamu dulu, tiga tahun yang lalu.

Aku mendengarkan ceritamu dengan sendu, aku tau hatimu pilu matamupun terlihat sayu, tersirat luka dari nada suaramu (waktu itu).

Aku percaya, kamu pada dasarnya adalah pria yang baik. dulu kamu selalu menjagaku, mengingatkanku, dan menuntunku pada kebaikan. kau pun tak pernah mengizinkanku masuk keduniamu, dunia gelapmu. Meskipun sesekali kaupun tanpa sadar sudah menyeretku ke kehidupanmu itu. Aku masih ingat kejadian siang itu, di sebuah taman air kau menyusulku ketika aku bersama teman-temanku. jujur saat itu aku malu dengan sikapmu. Kau harusnya tak bersikap seperti itu. Aku berusaha tak menggubris satpam yang memarahimu saat kau menemuiku dan teman-temanku. yaa meskipun itu bukan kesalahan yang fatal menurutmu tapi itu menyudutkanku. Kau buatku malu!

Tapi apalah arti kesalahanmu itu, aku selalu memaafkanmu.

Selang waktu berjalan, kaupun mulai berubah. Di malam minggu itu kau tiba-tiba memutuskanku. Aku tak mengerti jalan pikiranmu. Jika memang itu sudah keputusanmu, tak seharusnya siang itu kau memberiku kebahagiaan kalau sorenya kau menyayat hatiku tanpa perasaan. Kau bilang semua itu demi kebaikanku. Aku yang tak bisa berkata-kata hanya mampu meneteskan gerimis di mataku. Kau sempat mengusap pipiku yang basah karena tangisku dan akhirnya kau pergi meninggalkanku dengan kecupan terakhir di dahiku. Kau mempermainkan perasaanku.

Advertisement

Aku tak pernah menyangka kamu akan setega itu. Bahkan kamu menjauhiku setelah itu. Harusnya kamu tau aku masih sangat mencintaimu.

Tepat di ulang tahunmu beberapa bulan setelah kejadian itu aku mengirimkan pesan untukmu. Sebuah ucapan ulang tahun dengan doa-doa indah untuk kebaikanmu. Tapi apa balasanmu, kau malah mengecamku, kau berfikir aku hanya menginginkan karma menimpamu. Bahkan ketika kamu tersakiti karna wanita itu kau pun menyalahkanku, kau bilang semua itu karena perbuatanku. Tak sadarkah kamu kata-katamu waktu itu semakin menyakitiku.

Hari ini tepat 23 tahun hari kelahiramu, aku hanya bisa mendoakanmu dari sini. Aku tau sekarang hidupmu jauh lebih baik daripada ketika masih bersamaku dulu. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, semoga kamu dijodohkan dengan wanita itu, wanita cantik yang kini menjadi kekasihmu.

Jangan pernah menyakitinya seperti ketika kau menyakitiku dulu.

Semoga kamu selalu berada di jalan kebenaran dan tidak kembali ke kehidupan kelammu. Dan semoga, jika kamu mengenangku, aku terkenang dengan kebaikan dan ketulusanku kepadamu.

Selamat ulang tahun kamu.