"tatapku tak berbalas, terasa dingin, namun dengan tetap menatapmu, itulah yang dapat menghangatkanku"

bukan kesalahanmu atas semua kesedihanku, hanya saja diriku masih belum berteman dengan realita saat ini.

bahwa sah nya Tuhan mempertemukan untuk satu alasan. entah untuk belajar atau mengajarkan. entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. tetapi setidaknya menjadi terbaik diwaktu tersebut. menjalani sekejap kisah dengan tulus. Meski akhirnya tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. kuharap tidak sia-sia. ber iringan dengan luka dan sepi cukup waktu yang menjadi pengobat hati. tetap melangkah tegak dibawah terik matahari dan mendungnya sang awan.

hari kemarin tetap menjadi cerita. apapun itu. entah itu kesalahan ataupun prestasi. dan hari ini, saat berjalan sendiri bukan berarti sunyi. dengaan luka berdarahpun akan dibalut sendiri.

karena faktanya saya hidup di dunia bukan di surga.