Aku tahu, belum bisa sepenuh waktu untukku bisa bersamamu. masih ada dinding pemisah antara jarak. Namun tak apa, aku percaya ini hanya sementara. Sisa waktu yang kumiliki, akan kuselesaikan bersamamu.

Kekasih, aku mempercayaimu lebih dari yang sempat terbayangkan olehmu. tidak sekali pun aku meragukan kebaikan dan kelembutan hatimu. Bahkan, sejahat apa pun mulut jahat orang-orang yang seolah mengenalmu lalu bercerita hal buruk tentangmu, aku akan tetap mempercayaimu, mendengarmu dan bersamamu. aku tidak ingin menjadi siapa pun, kecuali aku ingin menjadi semangatmu, tempat pulangmu, akhirmu, doamu juga alasan atas segala perjuanganmu. Untukmu, aku ingin menjadi pengingat yang baik, pendengar yang baik, penyemangat yang baik, pendoa yang baik serta seseorang yang pantas untuk diperjuangkan olehmu. atas segala mimpi-mimpi masa depanmu, aku akan siap untuk mendampingi susah senangmu.

Jangan sampai aku tak ada, saat kamu membutuhkanku. Kamu adalah penyabar, yang penyayang. Maaf, karena caraku mencintaimu seringkali lewat hal-hal yang mengganggu. Salah satu doaku, semoga kamu tetap mencintaiku seperti itu menjadi kamu, yang mencintaiku tanpa mengubah menjadi aku yang kamu mau. Kamu, satu yang terbaik. dan akan tetap menjadi satu-satunya yang terbaik, untukku. Meski jalan kita tidak selalu dipermudah, namun untuk kita, aku tidak akan menyerah, aku tidak mau kalah. Tetaplah bersamaku, sesulit apa pun memahamiku.

meneteplah, sampai kita benar-benar menyatu,sampai dunia tidak lagi memiliki alasan untuk memisahkan aku dengan kamu.kamu, satu-satunya laki-laki yang ingin kugenapi. baik-baiklah di tempatmu, sampai semesta memulangkan rindu kita, pada satu pelukan yang sama. aku menyayangimu, kamu tahu aku lebih dari sekadar itu.