Bukan merasa paling baik, benar atau suci. Seperti kalian, saya masih banyak kesalahan. Hanya ingin mengajak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hanya ingin mengajak untuk mengembalikan citra bangsa Indonesia yang dikenal dengan ramah tamahnya. Hanya ingin menebarkan sedikit rasa cinta di antara kita.

Maaf sebelumnya, bukan ingin menggurui anda semua para haters, karena memang saya bukan guru. Maaf jika anda para haters tidak menyukai hal yang saya tulis, maaf jika sama sekali tak berkenan. Bukan bermaksud untuk mengomentari hidup kalian. Bukan bermaksud untuk mencampuri kalian. Hanya ingin menebarkan sedikit cinta untuk kalian.

Kata ibu saya, nasihat adalah salah satu bentuk kasih sayang seseorang. Entah disampaikan dengan baik atau tidak baik. Tapi, nasehat bukanlah caci maki, hujatan atau hinaan. Pada intinya nasihat adalah kebaikan yang disampaikan oleh orang yang menyayangi kita.

Cacian, hinaan, makian adalah bentuk rasa iri seseorang atau ketidakmampuan diri sendiri untuk mencapai hasil maksimal yang dipendam dan ditumpahkan kepada orang lain. Orang yang suka menghina, menghujat dan memperolok adalah pengecut yang tidak mau mengakui dirinya tidak mampu dan bersembunyi dalam kata-kata kasarnya.

Jika mereka seorang publik figur/ artis, dan anda hatersnya. Berkemungkinan besar anda ingin seperti dia tapi tidak mampu karena berbagai alasan. Mungkin karena dia bisa menghibur tapi anda tidak, dia pandai berakting tapi anda tidak, dia mau bekerja keras tapi anda tidak. Jadi apasalahnya dia seorang artis? Apa mereka merugikan anda? Bukankah itu hidup mereka dan anda memiliki hidup anda sendiri. apa hidup anda tidak menarik haters?

Advertisement

Jika mereka adalah seorang presiden dan anda hatersnya. Berkemungkinan besar anda ingin menjadi presiden tapi tidak mampu. Entah kalian hanya lulusan SMA, atau tak ada parpol yang menampung anda, atau anda kurang percaya diri atau anda yang memang tidak tahu apa-apa tentang pemerintahan. Kemudian menjelma sebagai pengamat yang sok tahu tanpa keahlian sama sekali dan hanya bisa berkoar-koar menebarkan kebencian kepada orang-orang. Wajar saja kok, toh Tuhan memang menciptakan rasa "keakuan" dalam masing-masing manusia. Tinggal bagaimana kita mengendalikannya atau malah anda yang dikendalikan rasa itu.

Mengkritik, memberi saran, mengemukakan pendapat di depan umum itu tak ada larangnya semua sah-sah saja. Negara kita negara demokrasi, bebas berpendapat. Tapi alangkah baiknya sebelum kita berpendapat kita menyambungkan logika dengan hati. Kita manusia bukan? yang memang dalam diri kita sudah tercipta rasa cinta kasih. Bukan hanya 1 orang saja yang tersakiti dengan kata-kata pedas kalian. Tapi ada banyak orang yang memiliki hubungan dengan mereka entah itu ibu, bapak, anak, kakak, adik.

Seperti kalian, mereka memiliki keluarga. Seperti kalian mereka memiliki perasaan. Seandainya kalian, para haters dalam posisi mereka, apa kalian tidak akan merasa terhina dengan kata-kata kasar itu?

Semua sikap yang anda lakukan adalah cerminan didikan orang tua anda. Betapa kecewanya mereka jika tahu dasar-dasar kebaikan yang ditanamkan sejak kecil di rusak oleh lingkungan yang anda jelajahi. Saya yakin sebagian besar dari kalian para haters hanya ikut-ikut saja.

Tulisan ini sama sekali tidak ingin mencamperi urusan kalian para haters. Hanya ingin mengajak kalian bersikap elegan, bijak dan dewasa. Karena hidup itu keras bukan sekedar ngomentari orang. Ini rasa jengah saya terhadap sikap kalian yang mulai mempermalukan diri sendiri di depan orang yang anda buat sukses karena cacian anda.

Tahu kah kalian jika kalian hanya kerikil di perjalanan mereka? Ini bentuk rasa kasih saya terhadap seorang ibu yang mulai kecewa karena putra-putrinya tidak lagi menggunakan bahasa yang baik seperti apa yang di ajarkan. Kepedulian saya terhadap bangsa saya yang kehilangannya citranya sebagai negeri yang ramah.

Yuk, mari sama-sama merenung. Kenapa hidup gak cukup cuma dengan iri dan marah? Ingin sesuaty? yuk dikejar, jangan nyerah kalo gagal. Dengan kerja keras kita bisa dapatkan yang kita mau. Niatan baik hasilnya juga pasti baik dengan cara yang baik pula, bukan banyak sedikitnya tapi berkahnya. Hidup gak cukup cuma dengan hitungan tapi juga sikap yang baik. Itu kata ibu saya dan saya percaya itu, kalo bukan buat diri sendiri seenggaknya buat ibu yang selalu bangga punya putra-putri yang baik.