Bagaimana kabarmu, duhai perempuan pemilik senyum manis? Beberapa hari belakangan, kau sendu dan galau. Entah apa yang sedang kau pikir dan rasakan, tapi jika boleh menebak, kau sedang jatuh cinta?

Kau tahu, kenapa perempuan mudah sekali jatuh hati? Karena mereka lebih mengedepankan perasaannya? Perempuan memang dikaruniai perasaan yang lebih dominan, tetapi bukan berarti mereka tak bisa menggunakan akal mereka bukan?

Kau pernah berkhayal? Entah kenapa perempuan lebih suka berkhayal, tentang sesuatu yang menjadi keinginannya. Lalu menduga-duga kejadian itu bisa menjadi kenyataan. Itulah kenapa, perempuan lebih mudah terkena bujuk gombalan, sepikan dan semua hal-hal tidak jelas yang diberikan oleh lawan jenisnya. Untuk memenuhi drama didalam kepalanya sendiri. Bukan tidak mungkin perempuan yang bernalar logis, tapi itu seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.

Jadi, soal jatuh cinta. Kenapa kau harus pusing memikirkannya? Kau menjadi mogok makan ketika tidak bertemu dia? Atau hari-harimu terasa hampa karena tidak ada kabar darinya? Jatuh cinta tidak sebercanda itu, Non.

Mari kita ambil contoh tentang orang-orang yang jatuh cinta. Orang tua kita misalnya? Atau bapak habibie dan bu ainun yang sudah menjadi legenda? Apa yang membuat hubungan mereka begitu awet hingga usia tua? Ah! Sayang sekali aku tak tahu jawabannya. Tapi jika boleh beropini, mereka mempunyai komitmen yang kuat untuk saling melayani. Terus memperbaiki kualitas diri demi pujaan hati. Pernah melihat bapak/ibu kita menggoda pasangannya sendiri? Lucu bukan? Ketika usia sudah semakin senja, tapi cinta tak pernah lekang dimakan usia. Itulah cinta yang hakiki. Ketika kau merasakannya, ada energi yang sangat besar menggerakkan dirimu untuk bisa terus memperbaiki kualitas diri. Yang dengan merasakannya saja, kau yang tadinya gusar menjadi tenang. Dengan mengingatnya, lalu perlahan kau melayangkan doa kepada Tuhan. Cinta itu mendekatkan kau pada hal-hal yang baik. Bukan malah memperdaya dan menjadikanmu seorang manusia berakal sempit.

Advertisement

Jadi Nona, jangan takut untuk jatuh cinta. Kau tak pernah sendirian menyelami maknanya. Suatu saat, ketika Tuhan rasa kau telah siap untuk melayani dan berkomitmen sepenuh hati, ia akan datang. Rencana Tuhan tidak pernah mengenal kata terlambat.

Salam rindu dariku.