Aku pernah jatuh hati dan jatuh hati aku kali ini terasa begitu istimewa. Istimewa karena seseorang yang aku sukai akhirnya menyukaiku. Penantian lama akhirnya membuahkan hasil, dia menyukaiku. Itu adalah pengalaman pertama aku menyukai orang dan orang itu menyukaiku. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika suatu rapat kepanitiaan.

Entah kenapa ketika pertemuan pertama itu membuatku selalu mengingatnya. Dia adalah obat yang sangat mujarab untuk patah hatiku sebelumnya. Dia datang ketika aku sedang patah hati karena seseorang. Senyumnya, kebaikannya, humornya yang selalu membuatku terpikat dengannya. Dia membuatku nyaman jika berada di dekatnya.

Aku telah jatuh hati kepadanya tapi perhatian yang baik kepadaku hanyalah sebatas teman. Hatiku sedih ketika aku tahu dia sudah memiliki seseorang dan aku memutuskan untuk menjadi pengagum rahasianya. Menjadi pengagum rahasia memang sangatlah menyakitkan dan menyedihkan. Melihat dari jauh saja sudah cukup membuat hati bahagia walaupun kadang sesak di dada.

Akhirnya penantian panjangku tak sia-sia, dia datang kepadaku. Jujur ini adalah pengalaman pertamaku berkencan dengan seseorang. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Perasaan deg-degan yang berdegup kencang itu aku rasakan untuk pertama kalinya. Beberapa kali aku mengalihkan pandangan ketika mata kami saling saling berhadapan. Aku tak ingin dia tahu kalau aku benar-benar grogi.

Menurutku, dia adalah orang yang paling romantis. Aku merasa menjadi pemeran utama di drama-drama Korea yang sering aku tonton. Tetapi hal-hal romantis tersebut hanya berlangsung sementara saja. Dia perlahan-lahan menghilang bagaikan awan yang tertiup angin. Dia menghilang tanpa kabar. Berbulan-bulan aku mencari tahu alasan dia menghilang dan aku menemukannya.

Advertisement

Itu adalah jatuh hati sekaligus patah hatiku yang paling istimewa. Istimewa karena dia membawaku terbang tinggi ke atas awan kemudian menghempaskanku ke dasar jurang yang paling dalam. Istimewa karena ini adalah patah hati yang benar-benar membuatku sakit. Aku sering patah hati tetapi patah hati yang kurasakan ini terasa begitu khas. Patah hati yang membuat seolah-olah duniaku telah lenyap. Patah hati yang membuat seolah-olah tidak ada yang peduli denganku.

Patah hati ini membuat diriku untuk berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak jatuh cinta sampai luka yang telah ada menghilang. Aku adalah orang yang sangat lama untuk bangkit ketika hatiku terpuruk. Aku telah meletakkan hatiku kepadanya, tetapi ketika aku meletakkannya dia menghilang dan pergi bersama orang lain. Ketika aku mengetahuinya hatiku benar-benar tersayat-sayat oleh silet. Hal yang paling menyakitkan adalah ketika aku tahu aku hanyalah sebuah tempat pelampiasan patah hatinya karena seseorang dan ketika dia sembuh dia pergi. Jika aku kembali ke masa itu, aku akan menghindarinya sehingga aku tak akan merasakan kembali patah hati ini.

Ia telah menorehkan goresan-goresan luka yang membuat hatiku lama untuk sembuh. Berkali-kali aku mencoba untuk menyembuhkan goresan luka ini tetapi luka ini tetap ada dan bahkan membekas selama dua tahun. Dua tahun adalah bukan waktu yang sebentar. Dua tahun adalah waktu yang sangat lama.

Hingga pada suatu hari aku berani menceritakan kepada temanku tentang apa yang aku alami. Temanku mengatakan bahwa lelaki itu tak pantas buatku. Tuhan sayang kepadaku sehingga Tuhan menjauhkanku dari lelaki yang menurutnya tak baik bagiku. Mendengar apa yang temanku katakan aku berusaha untuk mulai bangkit dan memulai kembali. Aku sadar aku telah membuang-buang waktu selama dua tahun. Selama dua tahun, aku hanya selalu meratapi luka-luka yang tertancap di hatiku. Banyak waktu yang terbuang yang padahal bisa aku pakai untuk hal yang positif. Aku merasa aku mulai kehilangan teman-temanku karena mungkin mereka bosan karena ketika aku berkumpul dengan mereka aku hanya membicarakan dia dan luka yang ada. Saat itu juga aku memutuskan untuk belajar untuk bangkit. Mulai dari menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan hingga menghapus lagu-lagu yang membuatku galau.

Akhir-akhir ini aku selalu menyibukkan diri berkumpul bersama teman-temanku, tertawa bersama seolah-olah sejenak membuatku lupa dengan apa yang ku alami saat ini. Menebus kesalahanku kepada mereka dan ketika aku bersama mereka tidak ada lagi nama dia ataupun tentang patah hati yang kusebut. Aku bersyukur ternyata kebahagiaanku bisa dari banyak hal dan salah satunya berasal dari mereka. Aku bersyukur mempunyai teman-teman seperti mereka.

Aku juga ingin lebih fokus kepada kuliah dan skripsiku. Aku tak ingin karena dia orang yang telah menyia-nyiakan ku selama ini membuatku mengganggu studiku. Aku ingin menunjukkan kepadanya kalau aku juga sudah bisa melupakan dia. Memang sebelumnya dia tahu aku orang yang belum bisa melupakannya. Tetapi saat ini aku ingin menunjukkan kepadanya kalau tanpa dia aku pun bisa bahagia.

Tetapi ketika aku mulai bangkit, kamu datang kembali seolah-olah tidak ada yang terjadi di waktu lalu. Kamu sengaja datang untuk mengujiku apakah aku benar-benar sudah melupakannya atau tidak. Pertama kalinya, aku kembali kepada ingatan masa laluku. Tetapi aku ingat aku punya niat dan aku sudah berjanji kepada diriku sendiri kalau aku harus bangkit.

Aku tak membencinya, aku tak mau menyimpan dendam ini selamanya. Dulu aku ingin kamu menyesal telah menyia-nyiakanku. Aku sadar, aku tak mau hatiku disakiti dan otakku menyimpan memori-memori usang yang menyedihkan. Aku sayang diriku dan hidupku. Aku berhak bahagia seperti orang lain yang bernasib sama denganku tetapi mereka bisa juga bangkit. Aku hanya ingin membuang semua sakit hati dan memori-memori usang yang menyedihkan ini. Jika waktu kembali mempertemukan aku dengan dirinya aku ingin menunjukkan kalau aku benar-benar bisa bangkit dan bahagia tanpa dia.

Aku tak ingin dia kembali kepadaku bukan sebagai teman. Seperti yang aku katakan, aku tak membencinya. Aku hanya ingin menganggap dia hanya sebagai teman dan membuka hati kepada seseorang yang dikirimkan Tuhan kepadaku nantinya. Aku bersyukur karena dia dan pengalaman jatuh hati dan patah hatiku yang istimewa ini adalah sebuah kenangan yang banyak menginspirasiku sehingga aku bisa tuangkan ke dalam karya tanganku.

Aku berjanji kepada diriku sendiri jika ada seseorang yang datang dan bisa menyembuhkan hatiku. Aku tak ingin orang itu mengalami kejadian seperti yang aku alami. Aku ingin orang yang sayangi bisa bahagia karenaku. Aku ingin memantaskan diri dan mulai membuka hati sambil menunggu. Memantaskan diri dengan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena pengalaman adalah guru terbaik. Patah hati yang kualami ini membuatku mengerti jika aku tidak boleh menyia-nyiakan orang yang aku sayangi dan menyayangi aku sebaliknya. Ketika sudah benar-benar siap Tuhan pasti akan mempertemukan aku dengan seseorang disana. Seseorang yang mungkin juga sedang memantaskan diri menjadi lebih baik.

Membuka hati dan memulai kembali itu awalnya sulit tetapi kalau kita niat. Kita akan bisa melewatinya dan Tuhan akan membantu kita dan membuka jalan.