Berucap syukur atas nikmat dan hikmah dari pendewasaan yang terberikan oleh waktu

Untuk seseorang yang pernah ada di hatiku…

Perkenankan aku menuliskan semua perasaan ini melalui tulisan jika memang hadirku hanya kau terima dalam ingatanmu.

Semua masih tentang kisah yang pernah bersama kita lalui dan kita sadari semua yang pernah kita lakukan bersama hanya karena saling menyayangi.

Ini bukti yang tak bisa aku ungkapkan kepadamu bahwa sampai saat ini aku masih membutuhkan dirimu mengisi hari-hariku dalam ruang kalbu yang sejak lama kau tinggalkan hingga menjadi gelap gulita tanpa hadirmu kembali.

Advertisement

Di sini masih ada cinta yang pernah kau tanamkan dan rasa ini mengajarkan aku menerima setiap keadaan meskipun hatiku rapuh dalam pencarian dirimu.

Ini masih soal cinta dan aku tak dapat berharap dapat memperbaiki masa lalu kebersamaan kita dulu tanpa dirimu disini.

Mungkin ini hanya perasaanku yang memang belum bisa menerima kepergianmu dan masih berharap kita dapat bersama melanjutkan kisah kita.

Kita lama tak berjumpa selama 13 tahun yang lalu bersamaan dengan cerita yang membuat kita seperti sekarang ini tetapi aku mengakui diriku tak pernah inginkan keadaan seperti ini dan aku yakin kamu pun mengetahui semua keinginanku.
Aku hanya bisa mengikhlaskan semua yang akan terjadi pada diri kita saat ini, mungkin saat ini kita berdua sedang lelah menjalani ketidakpastian masa depan yang tak pernah jelaskan secara terinci kebahagian seperti apa yang menanti di ujung perjalanan hidup kita saat ini.

Andai saat ini kamu telah mendapatkan kebahagiaan yang selama ini kamu cari semoga dapat seperti yang kamu inginkan dan jika lelahmu hanya sesaat maka yakinlah bahwa perjalanan masih panjang sampai waktu terakhir melelapkan dirimu.

Ini masih soal hati yang tak kunjung bersunyi dalam ketenangan dan masih meratap pada jejak cerita kita dulu yang berakhir tak nyaman dalam ingatan dan terlalu gaduh dalam pendengaran.

Semua ini tentang kebersamaan kita dulu yang terlalu terlena pada kesukaan kita dan tak dapat terpisahkan sampai akhirnya waktu yang kita jalani untuk diceritakan hanya rasa cinta.

Walaupun banyak sisi baik yang bisa kita gunakan hari ini untuk menjadi pribadi yang dewasa tetapi pula banyak kekurangan pada sisi lainnya yang telah menjadi bagian ketidaksempurnaan dalam sifat manusiawi.

Memang tidak selamanya kita bisa menghirup udara segar di bumi namun paling tidak setiap waktu yang kita lalui dapat menjadi saat yang selalu dapat digunakan untuk terus menerus memperbaharui diri untuk menjadi pribadi yang sempurna, terutama di mata Allah SWT agar senantiasa dalam bimbingan dan lindungan-Nya.

Semoga kehadiran ini bisa memberikan pengertian bahwa aku disini masih memilikimu didalam hati yang rapuh terkoyak emosi cinta yang semakin tak dapat ku mengerti dan menginginkan dirimu disini.

Jika aku berhenti dalam lamunan
Lamunanku masih selalu tentang dirimu
Aku bertanya pada satu bintang
Apakah hatinya masih tertuju kepadaku

Aku terbelenggu oleh masa lalu kita
Yang masih terlukis indah di ingatan
Saat inilah yang tak pernah diinginkan oleh kita
Tapi ini jua yang telah mendewasakan kita

Keinginan itu hanya sesaat, datang dan pergi
Kita tidak pernah tahu kapan akan kembali
Menanti hanya habiskan sisa waktu hidupku
Mengejarmu pun semakin tiada kepastian

Inilah perjalanan kita sesungguhnya, sayang
Yang sejatinya hanyalah mimpi dan suara berlalu
Keheningan ini selalu pecah oleh kebisingin dunia
Sampai kita terlelap dalam tidur panjang nanti

Bukan salahmu dan juga bukan salah kita
Mungkin karena kita bertemu di waktu yang tidak tepat
Dan tanpa sengaja melibatkan masa lalu kita
Hingga akhirnya terlelap dalam keindahan cinta

Ini kisah penting dalam ingatan kita
Kala semua ingatan itu kita lepaskan
Setiap sudut dalam keheningan menjadi gaduh
Berganti dengan tanya dan jawab yang berlalu dengan cepat

Selamat menjalani perjalanan pendewasaan diri dalam sisa hidupmu dan usai sudah bayanganku untuk pergi dari sisimu, setiap sikap dan perbuatan saat ini adalah hikmah dalam hidup kita agar dapat menjadikan pribadi yang lebih baik, Amiin.