Terima kasih karena, kamu telah menunjukkan betapa tidak setianya lelaki yang bersama ku 2 tahun terakhir ini

Kamu hadir di saat setia itu masih dia dengungkan, sesumbar dengan janjinya. Tapi, ternyata dia terpikat dengan godaan dan sedikit senyum jenaka mu.

Tak usah saling menyalahkan, karena kalian berdua telah dalam posisi salah

Sebagai wanita, kenapa kamu tidak punya hati nurani? Ataukah merasa sedikit sakit saat melihat wanita lain tersakiti? Kamu menyalahkan dia dan membela dirimu. Ah, sadarkah kamu itu malah membuatmu tampak bodoh?

Kamu baik tapi, tidak baik-baik

Advertisement

Tidak ada wanita baik yang merebut milik orang lain betapa pun dia menginginkannya. Logika dan hatinya pastilah menegur. Tidak ada wanita baik, yang menghalalkan segala cara hanya agar di cintai.

Terima Kasih karena Kamu mengambil dia dariku

Aku jadi tahu bahwa dia memang pantas untuk wanita sepertimu. Karena, kalau dia baik untukku, dia tidak akan tergoda karenamu.

Terima Kasih, karena membuatku bahagia tanpa dia

Kini, aku bahagia tanpa dia. Dan belajar untuk menuju kehidupan dan cinta yang lebih baik. Tanpa mau bertegur sapa dengan kalian lagi. Tanpa mau melihat kalian lagi.

Hanya ingat saja ketika aku bahagia, kalian akan di posisiku. Bukankah karma itu ada? Nikmatilah waktu kalian.

Terima kasih telah menunjukkan kebahagian di atas tangisanku

Kamu wanita, tapi hati mu seolah tidak ada nama 'Nurani' di sana. Saat kamu tahu aku bersamanya kau hadir dengan keramah tamahan yang menjebak.Kau bilang maaf atas sumpah serapahku

Itu isi hatiku hai wanita! Bahkan ketika dengan mengemis pun kamu mengabaikan semua perkataanku.

Terima Kasih sudah datang dan MERUSAK!

Karena, kini ku temukan cinta sebenarnya yang selalu ku abaikan karena dia. Karena, kini aku tahu betapa tidak terpujinya sifatmu dengan wajah cantikmu.

Terima Kasih untukmu

Karena, kau mengajarkan ku untuk dewasa dan berusaha ikhlas walau tertatih. Cukup kalian tahu, suatu saat jika kita bertemu, aku akan datang dengan hal yang berbeda sehingga kalian pun merasa tidak pernah mengenalku lagi. Aku akan menciptakan bahagiaku sendiri. Karena, kau aku menjadi ingin lebih berhasil lagi dalam karirku. Melanjutkan studi ku dan menemukan cinta baruku. Karena, kau kini aku tahu bahwa wanita baik terkadang hanya sampul untuk seorang rubah betina.

Dan terima kasih Untuk Tuhan

Yang menunjukkan betapa murahnya kesetiaan pria yang kini bersamamu itu. Ah, aku jadi tahu bahwa kalimat yang sering di tampilkan di media online bahwa "Pengkhianat memang pantas bersama Penggoda".

Aku masih menangis mengingat semua perlakuan itu tapi, tangisku menjadi kekuatanku agar hidup lebih baik dari mu.

Hei wanita, jika kau datang bersamanya di hadapanku. Jangan menoleh dan jangan menyapaku. Jangan tersenyum padaku karena, aku tidak ingin memaki dan menasehati semua tingkah kalian.

Selamat berbahagia dengannya.